IMG-20151019-WA0031

KEGIATAN PRA-TANWIR II PIMPINAN PUSAT NASYIATUL ‘AISYIYAH

Bandung, – Untuk meningkatkan kapasitas kemampuan seseorang dalam sebuah Organisasi diperlukan pelatihan dan pembelajaran terus-menerus sehingga menguasai dan layak disebut sebagai Speaker yang handal dan Tanggap darurat pada situasi waspada pada gejala alam. Pada tanggal 14 Oktober 2015 M bertepatan [...]

11188299_10206039238527630_2118656058068229615_n

Pelatihan Pra-Nikah, Solusi Meminimalisir Perceraian

Pamulang,- Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah bekerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Professor Dr. Hamka telah melaksanakan Pelatihan Pra-nikah dengan tema “Menumbuhkan Potensi Keluarga Sakinah”. Kegiatan ini dilaksanakan di Komplek Pendidikan Muhammadiyah Pamulang, selama dua hari pada tanggal 25-26 April 2015. [...]

kewirausahaan NA

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN REGIONAL III PIMPINAN PUSAT NASYIATUL AISYIYAH

Palangkaraya, – Semakin banyak wirausahawan/wati, maka semakin banyak pula penghasilan negara ini, juga menjadikan mereka mandiri secara ekonomi tidak tergantung kepada ekonomi kapitalis. karena tujuan Kewirausahaan ini adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat secara umum, tentunya perempuan secara khusus, selain itu [...]

IMG-20150321-WA002

MUSYAWARAH WILAYAH I PWNA PAPUA BARAT

Manokwari,- Menyambut generasi yang baru di Papua Barat, pada tanggal 01 Maret 2015, telah dilaksanakan Muswil PWNA Papua Barat dengan Tema : “Perubahan Untuk Efektifitas Organisasi dan Gerakan Advokasi Ramah Perempuan dan Anak”. Menurut Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah [...]

IMG-20150219-WA003

TOT MUBALLIGHAT NASYIATUL ‘AISYIYAH REGIONAL I SUMATERA

Palembang, – Untuk mencetak trainer-trainer pelatihan Muballighat Nasyiatul Aisyiyah yang mempunyai kemampuan, PWNA Sumatera Selatan menyelenggarakan TOT Muballighat Nasyiatul ‘Aisyiyah Regional I Sumatera, pada hari Kamis-Sabtu (19-21 Februari 2015) di Palembang, Jl. A. Yani Komplek UMP Kelurahan 13 Ulu Palembang. [...]

 

KEGIATAN PRA-TANWIR II PIMPINAN PUSAT NASYIATUL ‘AISYIYAH

IMG-20151019-WA0031

Bandung, – Untuk meningkatkan kapasitas kemampuan seseorang dalam sebuah Organisasi diperlukan pelatihan dan pembelajaran terus-menerus sehingga menguasai dan layak disebut sebagai Speaker yang handal dan Tanggap darurat pada situasi waspada pada gejala alam. Pada tanggal 14 Oktober 2015 M bertepatan dengan 1 Muharram 1437 H, Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah menyelenggarakan dua Pelatihan sebelum kegiatan Tanwir II di mulai, pelatihan Public Speaking dan pelatihan dasar Emergency Response Perempuan dan Anak. Dua pelatihan ini diikuti oleh sekitar 35 peserta perwakilan dari masing-masing Pimpinan Wilayah. Yang dilaksanakan di meeting room The Posters Mice Hotel Bandung.

Sebelum terlaksana kegiatan pelatihan, di mulai terlebih dahulu dengan acara pembukaan, sambutan dari Pimpinan Nasyiatul ‘Aisyiyah di wakili oleh Saudari Abidah Muflihati, S.Th.I, M.Si. dan saudari Ulfah Mawardi, S.Pd., M.Pd. kemudian dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah diwakili oleh Ayahanda Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum. Dalam kesempatan ini beliau mengatakan “Semoga sehat bermanfaat, semakin dekat dengan Allah SWT dan memperbanyak amal shaleh”, atas makna milad Nasyiatul ‘Aisyiyah yang ke 87 Tahun. Beliau juga memberikan wejangan “agar kader Nasyiatul ‘Aisyiyah terus melakukan capacity building dengan cara mengadakan dan mengikuti pelatihan, dalam hal ini di satu sisi ada yang pandai bicara akan tetapi tidak tanggap cepat dalam tindakan, lebih baik pandai dalam hal berbicara dihadapan public juga cepat tanggap dalam segala situasi”.

Pelatihan Public Speaking  yang di pimpin Oleh Ibu Widi Maryati, S.H dan Ibu Rosa Kusuma Dewi Azhar, S.Pd. dan Narasumber oleh Bapak Yori karebet, dengan materi pelatihan yang sangat bagus, dimulai dengan The Power Public Speaking, Teknik Public Speaking, Menjadi Public Speaker yang Handal, serta Mengenal Jenis-jenis Acara dan Keprotokoleran. Setelah itu peserta diajak untuk menyampaikan berbagai kesulitan saat berbicara di depan Publik dan Bidang Organisasi menyampaikan Buku Panduan Keprotokoleran Nasyiatul ‘Aisyiyah sebagai panduan pelaksanaan di wilayah masing-masing.

Kemudian dengan Pelatihan Dasar Penanggulangan Bencana yang di Pimpin oleh Saudari Khotimun Susanti dan Narasumber Mas Arif Nur Kholis. Seperti yang diketahui, materi-materi yang disampaikan dalam pelatihan ini sangat membekali peserta untuk penanganan awal di masa darurat, yakni: Konsep Dasar dan Definisi Bencana, Konsep Pengurangan Resiko Bencana, Hak-hak Korban Bencana, Manajemen Posko Darurat, Pemenuhan Hak Anak dalam Tanggap Darurat Bencana, Simulasi Manajemen Posko Tanggap Darurat, dan RTL.

Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan yang dilaksanakan sehari sebelum pelaksanaan Tanwir II Nasyiatul ‘Aisyiyah ini.  Kader Nasyiatul ‘Aisyiyah yakin bahwa setelah mengikuti pelatihan ini, akan lahir speaker handal dan kader yang siap Tanggap pada masa Darurat di wilayahnya serta dapat mentransfer setiap ilmunya untuk meningkatkan kapasitas perempuan lainnya. [Nina]

Pelatihan Pra-Nikah, Solusi Meminimalisir Perceraian

11188299_10206039238527630_2118656058068229615_n

Pamulang,- Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah bekerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Professor Dr. Hamka telah melaksanakan Pelatihan Pra-nikah dengan tema “Menumbuhkan Potensi Keluarga Sakinah”. Kegiatan ini dilaksanakan di Komplek Pendidikan Muhammadiyah Pamulang, selama dua hari pada tanggal 25-26 April 2015.

Adapun sasaran dari kegiatan ini diharapkan peserta merupakan pasangan laki-laki dan perempuan yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat, akan tetapi peserta diluar kategori tersebut seperti pasangan yang telah menikah bahkan yang belum memiliki calon pasangan sama sekali (baca:jomblo) juga mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Pelatihan pra nikah disuguhi materi-materi berbobot dan sangat mengena dalam kehidupan berumah tangga, seperti : kedudukan pernikahan dan konsep keluarga dalam islam, psikologi perkawinan, kesehatan reproduksi, tumbuh kembang anak, pengelolaan keuangan keluarga, manajemen stress dan manajemen konflik serta problem solving.

Berikut yang disampaikan Rachma Nizami (PPNA) mengenai kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini, seperti biasa didahului oleh pembukaan dan laporan dilanjutkan dengan acara inti pelatihan diantaranya: Pembicara pertama Ibu Gusniarti menjelaskan tentang pengertian perkawinan, tujuan, fungsi keluarga, pemahaman nilai moral dalam keluarga melalui pendekatan Al Quran dan Sunnah, seperti yang tertera dalam Qs.30 : 21 “dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah menciptakan untuk mu isteri-isteri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih sayang. Ibu gusniarti juga menjelaskan tentang tujuan perkawinan dalam islam yaitu membentuk keluarga sakinah (tenteram) mawaddah (perlindungan) rahmah (cinta kasih). Beliau juga menjelaskan delapan fungsi keluarga yang terdiri dari: fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta dan kasih sayang, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi & pendidikan, fungsi ekonomi & fungsi lingkungan.

Sedangkan pembicara ke dua ibu Anisia Kumala (psikolog), menyampaikan materi tentang psikologi perkawinan, yaitu apakah peserta yang merupakan pasangan calon pengantin betul-betul memahami konsep pernikahan, motivasi untuk menikah, dan lain-lain. Ibu Anisia juga mendefinisikan hubungan suami isteri menjadi tiga piramida cinta, secara akademis dikenal “sternberg triangle of love” yaitu komponen, intimacy (perasaan dekat untuk saling berbagi), passio (hasrat atau keinginan ketertarikan secara fisik yang kuat), commitment (perasaan tanpa cinta tetapi memiliki tanggung jawab yang besar dan keinginan untuk bersama selamanya). Pada sessi lainnya, ibu Anisia juga menjelaskan mengenai problematika rumah tangga, berikut penanganannya.

Untuk memecah kejenuhan kegiatan ini dilengkapi dengan aktifitas permainan yang mengandung unsur pendidikan serta simulasi yang terkait dengan materi. Dilanjutkan oleh Pembicara ketiga ibu Rita Pranawati memaparkan persoalan tumbuh kembang anak serta kesehatan reproduksi.

Sedangkan pembicara terakhir Ibu Elisa Kurnia Dewi (psikolog), memaparkan arti penting keterbukaan secara finansial dengan pasangan, karena ekonomi merupakan hal yang sangat sesitif dan masih ada yang mengaggap tabu. Sedangkan persoalan ekonomi justru hal yang harus dibicarakan secara transparan oleh pasangan suami isteri, apabila tidak maka akan menimbulkan konflik diakibatkan oleh kecurigaan atas penyalahgunaan keuangan keluarga oleh salah satu pihak, yang dapat menimbulkan perceraian. Mengingat angka tertinggi dari penyebab perceraian di dunia adalah faktor ekonomi. Peserta pelatihan pra nikah, diarahkan pada pemahaman konsep mengenai kebutuhan pokok setelah berumah tangga, kemudian diarahkan pada tujuan-tujuan yang ingin dicapai, rencana hidup masa depan sebuah keluarga, yang dimulai dengan rencana pengeluaran jangka pendek seperti pengeluaran rutin bulanan (listrik, makan sejari-hari, sewa/kredit rumah, dll), jangka menengah seperti biaya pendidikan semester, dll. Jangka panjang seperti persiapan hari raya, liburan tahunan, kelahiran, dll. Peserta juga diharapkan mampu membaca situasi ekonomi saat ini seperti naiknya harga harga bbm, tdl (tarif dasar listrik), bahan pokok, dll yang mempengaruhi keuangan keluarga. Juga memikirkan pentingnya kebutuhan mendesak seperti kecelakaan, rawat inap, meninggal, dll. Serta mengajak peserta untuk cedas berinvestasi guna persiapan hari tua, pendidikan anak, dll. Pengetahuan mengenai arti penting mengelola keuangan rumah tangga diharapkan agar pasangan suami isteri dapat dengan bijak, memilah mana kebutuhan pokok dan mana keinginan konsumtif semata dan terhindar dari sikap boros. Guna meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memaksimalkan sumber dana yang terbatas. Kemudian peserta diharapkan dapat memperoleh manfaat dari pengetahuan ini, pembicara juga menjelaskan secara rinci mengenai pengalokasian anggaran, berdasarkan kelompok kebutuhan: seperti makanan, pakaian, rumah (kpr), listrik, transportasi atau kendaraan, komunikasi (telp & internet) air, partisipasi sosial (iuran keamanan dan kebersihan, tetangga sakit, menikah atau meninggal, dll) rekreasi, hutang kartu kredit, asuransi, arisan, investasi, dll. Pembicara mengajak peserta untuk dapat teliti dan bijak menggunakan keuangan rumah tangga dengan cara menghitung besarnya pemasukan kemudian dikurangi pengeluaran, sehingga dapat terlihat dengan jelas berapa besar kemampuan finansial sebuah keluarga, dan berapa besar kebutuhan yang dikeluarkan setiap bulannya.

Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini, peserta mengakui bahwa materi-materi yang disampaikan sangat relevan untuk dipraktekan dalam rumah tangga, tidak mengabaikan kritik dan saran yang konstriktif  peserta juga menyampaikan agar pelaksana kegiatan ini dapat menghadirkan dokter spesialis reproduksi. Sehingga diharapkan kegiatan yang dimaksudkan sebagai pilot project serta turunan dari rencana besar untuk pembuatan Klinik Konsultasi Keluarga Nasyiatul Aisyiyah dapat terlaksana, berlangsung konsisten dan berkesinambungan.

Mudah-mudahan setelah kami melaksanakan pelatihan ini dapat meminimalisir angka perceraian di indonesia yang menjadi trend tiap tahunnya semakin meningkat. Maka kita harus menularkan Ilmu yang kita dapat agar cita-cita keluarga harmonis dapat terwujud, pungkasnya. [nina]

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN REGIONAL III PIMPINAN PUSAT NASYIATUL AISYIYAH

kewirausahaan NA

Palangkaraya, – Semakin banyak wirausahawan/wati, maka semakin banyak pula penghasilan negara ini, juga menjadikan mereka mandiri secara ekonomi tidak tergantung kepada ekonomi kapitalis. karena tujuan Kewirausahaan ini adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat secara umum, tentunya perempuan secara khusus, selain itu akan meningkatkan harkat dan martabat pribadi yang berwirausaha, masyarakat serta bangsa dan negara.

Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 10-12 April 2015 di Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Palangkaraya. Dengan tema :”Membangun Jiwa Enterpreneur Muda  Menuju masyarakat sejahtera dan Bermartabat.”

Navi Agustina (PPNA) selaku Master of Training memaparkan rangkaian kegiatan, acara pembukaan yang disambut dengan tarian Mandau khas dari Palangkaraya, kemudian ketua Panitia Mila menyebutkan jumlah peserta  yang mengikuti Pelatihan, Lalu Sambutan oleh ketua PWNA Kalteng selaku tuan rumah, yaitu Saudari Nurul Komariah, dan Sambutan dari Ketua PWM Kalimantan Tengah. Acara ini dibuka langsung oleh PPNA yang dalam hal ini diwakili oleh Saudari Upik Rachmawati. Pembukaan dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah, dan semua ortom.

Pada Materi Pertama disampaikan oleh saudari Upik Rahmawati (PPNA) tentang Memulai hidup dengan berwirausaha, lalu hari kedua disampaikan oleh Dinas Koperasi dan UMKM propinsi Kalteng, dengan materi Manajemen UMKM, Lalu dari BRI syariah tentang Pentingnya Permodalan bagi Usaha kecil dan menengah. Para Peserta cukup aktif bertanya kepada pemateri, sehingga terjadi dialog yang positif, yang menandakan peserta cukup tertarik dengan materi materi yang telah disampaikan .

Di hari kedua, peserta  melakukan kegiatan Field Trip mengunjungi “Rumah Jamur”. Di sana peserta belajar bagaimana Proses Budidaya jamur dan Pengolahan makanan berbahan baku jamur. Para peserta nantinya  bisa memilih akan usaha di bidang budidaya jamur atau pengolahan bahan baku jamur. Peserta juga  melakukan Praktek membuat 3 jenis   makanan  berbahan baku jamur, yaitu Bakso Jamur, Nugget Jamur, dan Jamur Crispy. Peserta sangat antusias dalam kegiatan ini.

Setelah kegiatan Filed Trip, malamnya, peserta melanjutkan Materi dari PP Nasyiatul Aisyiyah tentang “ Strategi pengembangan Buana”,  Materi ini juga tidak kalah pentingnya dengan materi-materi lain, karena diharapkan seluruh PWNA memiliki Buana. Para peserta banyak menyampaikan beberapa kendala juga hal yang menjadi peluang di daerahnya mengenai pembentukan BUANA. Dan materi terkahir yaitu  Materi “Menyusun  Bisniss  Plan” disampaikan oleh  seorang Wirausahawan yang sudah cukup berhasil di Palangkaraya.

Hari Ketiga, Peserta melakukan Evaluasi dan Menyusun bussines Plan masing masing Wilayah. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, dan Tiba saatnya acara Penutupan . Acara Penutupan tak seperti biasanya karena Panitia mengadakan acara ini ditempat wisata Kum Kum, sambil menikmati Kuliner dan Hiburan. Para Peserta pun sempat menari bersama dengan alunan musik dan lagu daerah palangkaraya, sehingga acara penutupan sangat hangat dan berkesan, ujarnya. (Nina)

Departemen Kominmas Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah-2013-