PELATIHAN PARAREGAL BERBASIS KOMUNITAS UNTUK KASUS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN & ANAK

Sebagai upaya meningkatkan kemampuan kadernya dalam pengetahuan dasar tentang hukum dan HAM, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah menyelenggarakan training Paralegal pada hari Jumat-Sabtu, 12-14 September 2014 bertempat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya Jakarta Pusat. Dalam training ini akan diberikan [...]

Training Paralegal PPNA untuk Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Pada tanggal 12-14 September 2014, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah mengadakan training paralegal di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat. Pelatihan yang berlangsung selama 3 (Tiga) hari ini diikuti oleh 24 orang Peserta yang merupakan perwakilan dari PWNA Jabar, PWNA [...]

Nasyiah Sulteng Siapkan Kader Berintegritas Penggerak Organisasi

Palu – Sebagai upaya menyiapkan kader Nasyiah yang memiliki integritas tinggi dalam menggerakkan dan mengembangkan organisasi, khususnya demi mencapai tujuan dari Nasyiatul Aisyiyah, PWNA Sulteng menyelenggarakan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) III se-regional Indonesia Timur. Kegiatan perkaderan DANA III ini [...]

PWNA Aceh Giatkan Wirausaha Perempuan “SEMINAR KEWIRAUSAHAAN PWNA ACEH”

Untuk menggiatkan wirausaha di Aceh, Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Aceh menyelenggarakan Seminar Wirausaha di Aula Universitas Muhammadiyah Aceh (15/06). Seminar diikuti oleh pelaku usaha kecil dan menengah, baik yang telah lama memulai usaha maupun baru mengawali usaha, entah itu [...]

Nasyiatul Aisyiyah Fokus Pada Dakwah Pencerahan Perempuan dan Anak

Nasyiatul Aisyiyah menyelenggarakan Rapat Pleno Pimpinan ke –V pada Sabtu (24/08) hingga Minggu (25/08). Berbagai topik persoalan perempuan akan dibahas oleh organisasi sayap perempuan Muhammadiyah ini, mulai dari persoalan keagamaan, pendidikan hingga upaya advokasi perempuan dan anak. “Tema besar yang [...]

 

PELATIHAN PARAREGAL BERBASIS KOMUNITAS UNTUK KASUS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN & ANAK

Sebagai upaya meningkatkan kemampuan kadernya dalam pengetahuan dasar tentang hukum dan HAM, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah menyelenggarakan training Paralegal pada hari Jumat-Sabtu, 12-14 September 2014 bertempat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya Jakarta Pusat.

Dalam training ini akan diberikan pengetahuan secara teknis dan praktis bagaimana menghadapi kasus-kasus hukum yang sering terjadi di tengah masyarakat terkait persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Pelatihan paralegal ini diselenggarakan dengan melibatkan 25 peserta terdiri dari perwakilan beberapa wilayah Nasyiatul Aisyiyah diantaranya, PWNA Jabar, PWNA DKI Jakarta, PWNA Jateng, PWNA DIY, PWNA Lampung, PDNA Tangerang Selatan, dan PCNA Ciputat.

“Dakwah Nasyiatul Aisyiyah yang mempunyai tagline Ramah Terhadap Perempuan dan Anak tentu tidaklah berada di ruang yang hampa” tutur Norma Sari, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah ketika memulai sambutannya.

“Banyak hal yang menyebabkan perempuan berada dalam harkat dan martabat yang tidak seharusnya, baik disebabkan struktur politik, budaya, atau bahkan penafsiran agama yang tidak sesuai”, lanjutnya

Norma yang sehari-hari beraktivitas sebagai dosen hukum juga menambahkan bahwa paralegal merupakan salah satu metode dakwah yang dipilih oleh Nasyiatul Aisyiyah. Keberadaan paralegal menjadi penting, karena tidak semua orang menggeluti dunia hukum. Sehingga mereka yang tidak mempunyai backround pendidikan hukum mampu mengurai kasus kekerasan perempuan dan anak di tengah masyarakat.

“Mengapa berbasis komunitas? Keberadaan komunitas sesungguhnya adalah tantangan yang bisa menjadi kekuatan jika komunitas itu digerakkan. Sehingga berbagai elemen sub sistem sebuah organisasi bisa saling mendukung” lanjutnya

Norma Sari juga berharap semoga acara training paralegal ini bisa menjadi pemantik bagi seluruh kader-kader NA se-Indonesia untuk melakukan berbagai upaya pemberdayaan masyarakat terutama melindungi hak-hak  kaum perempuan korban kekerasan maupun bentuk ketidakadilan lainnya secara hukum.

Training Paralegal PPNA untuk Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Pada tanggal 12-14 September 2014, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah mengadakan training paralegal di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat. Pelatihan yang berlangsung selama 3 (Tiga) hari ini diikuti oleh 24 orang Peserta yang merupakan perwakilan dari PWNA Jabar, PWNA DKI Jakarta, PWNA Jateng, PWNA DIY, PWNA Lampung, PDNA Tangerang Selatan, dan PCNA Ciputat.

Dalam pelatihan ini para peserta diberikan materi-materi dasar mengenai keparalegalan, mulai dari definisi paralegal, kode etik dan fungsi keberadaannya. Selama 3 (tiga) hari pelatihan, peserta yang mayoritas bergerak di dunia pendidikan dibekali pengetahun mengenai relasi islam dengan gender, Bentuk dan faktor terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, Hukum Pidana dan Perdata Dasar, Hukum Formil dan Hukum Materiil (dasar), Hukum-hukum yang terkait Kekerasan terhadap perempuan dan Anak serta teknik konseling.

Selama pelatihan, para peserta terlihat sangat antusias dengan materi-materi yang diberikan oleh fasilitator maupun narasumber yang memang sudah expert di bidangnya, diantaranya Ibu Mujiati S.H dari Deputi Bidang Perlindungan Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Nurni Akma dari Pimpinan Pusat Aisyiyah, Asnifriyanti Damanik dari Asosiasi LBH APIK Indonesia, Ninik Rahayu, Komisioner Komnas Perempuan dan Rita Pranawati, Komisioner KPAI yang juga membawahi Departemen Sosial Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah.

Penyampaian materi yang diselingi dengan diskusi kelompok, games dan sesekali para peserta menceritakan permasalahan yang mereka cermati maupun dihadapi dalam keseharian, mulai dari pelanggaran hak-hak anak, berbagai kasus nyata kekerasan yang dialami oleh perempuan, relasi suami isteri yang timpang dan melahirkan KDRT, mengenai penangguhan upah pekerja perempuan, dan pelanggaran-pelanggaran normatif lainnya.

Adapun tujuan diadakan training paralegal ini adalah supaya kader Nasyiatul Aisyiyah mampu melakukan pemberdayaan dan membantu memperluas akses keadilan pada kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang sering terjadi terutama di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Rencana tindak lanjut setelah diadakannya pelatihan paralegal ini, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah akan kembali mengadakan Pelatihan Paralegal Lanjutan bagi peserta. Yang dimana peserta akan mendapatkan materi-materi Analisis sosial, Skill penanganan kasus, serta strategi berjejaring dalam advokasi Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Karena tujuan jangka panjang dari program ini adalah Terbentuknya Pusat Belajar Keluarga (Family Learning Center) di komunitas dimana paralegal Nasyiah berada. Sebagai upaya mengurangi angka kasus kekerasan yang dari tahun ke tahun semakin tinggi di Indonesia.

Nasyiah Sulteng Siapkan Kader Berintegritas Penggerak Organisasi

DANA III Sulteng 1Palu – Sebagai upaya menyiapkan kader Nasyiah yang memiliki integritas tinggi dalam menggerakkan dan mengembangkan organisasi, khususnya demi mencapai tujuan dari Nasyiatul Aisyiyah, PWNA Sulteng menyelenggarakan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) III se-regional Indonesia Timur. Kegiatan perkaderan DANA III ini berlangsung Kamis-Sabtu (28-30/8/2014) di Palu, Sulawesi Tengah dengan peserta dari PDNA Kota/Kab se-Sulteng dan utusan dari PWNA Sulawesi Selatan.
Ketua PWNA Sulteng, Mu’mina Djimiru, S.Pd seperti dikutip dari Radar Palu mengatakan kader Nasyiah diharapkan bisa memegang peranan penting dalam menjalankan organisasi mengingat Nasyiatul Aisyiyah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Muhammadiyah. Karenanya Nasyiatul Aisyiyah juga ikut bertanggung jawab melanjutkan kepemimpinan pada persyarikatan Muhammadiyah.
“Bahkan yang lebih luas lagi, kader Nasyiah juga harus siap menjadi pemimpin bagi umat dan bangsa,” katanya. Namun yang lebih utama, lanjut Mu’mina, kader Nasyiah juga dapat meningkatkan peranannya di masyarakat. Untuk itulah diperlukan kader yang militan dan memiliki integritas yang tinggi, sabar dalam menghadapi tantangan kehidupan, siaga dalam menggerakkan organisasi serta matang kepribadiannya.
“Seiring dengan perkembangan zaman saat ini, perlu juga dibarengi dengan ketaatan dalam menjalankan ajaran Islam dan berkelanjutan dalam meningkatkan penguasaan di berbagai bidang keilmuan,” tambahnya.
Sementara itu, Master of Training (MOT), Murni Adam, S.Pd, M.Pd, mengatakan kegiatan DANA III juga merupakan upaya dalam menyelamatkan generasi Islam putri khususnya, sebagaimana menjadi tema pada kegiatan tersebut, yakni Penguatan Strategi Kader Nasyiatul Aisyiyah dalam Menggerakkan Organisasi. “Kami sebagai Ortom Muhammadiyah tentunya ingin menyiapkan kader-kader terbaik untuk persyarikatan dalam meneruskan perjuangan Muhammadiyah,” tandasnya. (ima)

Departemen Kominmas Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah-2013-