PWNA Aceh Giatkan Wirausaha Perempuan “SEMINAR KEWIRAUSAHAAN PWNA ACEH”

Untuk menggiatkan wirausaha di Aceh, Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Aceh menyelenggarakan Seminar Wirausaha di Aula Universitas Muhammadiyah Aceh (15/06). Seminar diikuti oleh pelaku usaha kecil dan menengah, baik yang telah lama memulai usaha maupun baru mengawali usaha, entah itu [...]

Nasyiatul Aisyiyah Fokus Pada Dakwah Pencerahan Perempuan dan Anak

Nasyiatul Aisyiyah menyelenggarakan Rapat Pleno Pimpinan ke –V pada Sabtu (24/08) hingga Minggu (25/08). Berbagai topik persoalan perempuan akan dibahas oleh organisasi sayap perempuan Muhammadiyah ini, mulai dari persoalan keagamaan, pendidikan hingga upaya advokasi perempuan dan anak. “Tema besar yang [...]

PWNA Aceh Giatkan Wirausaha Perempuan SEMINAR KEWIRAUSAHAAN PWNA ACEH

Untuk menggiatkan wirausaha di Aceh, Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Aceh menyelenggarakan Seminar Wirausaha di Aula Universitas Muhammadiyah Aceh (15/06). Seminar diikuti oleh pelaku usaha kecil dan menengah, baik yang telah lama memulai usaha maupun baru mengawali usaha, entah itu [...]

MAKLUMAT PIMPINAN PUSAT NASYIATUL AISYIYAH TENTANG HIMBAUAN RAMADHAN 1435 HIJRIYAH

lamp. 170,I,c,VI,2014 HIMBAUAN RAMADLAN 1435 HIJRIYAH _dakwah_

Jurnalisme Warga Berpihak Perempuan

“Lemahnya kemampuan menulis di kalangan aktivis perempuan menjadi alasan utama mengapa pelatihan Jurnalisme Warga ini diselenggarakan”. Demikian diungkapkan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Ulfah Mawardi saat membuka Pelatihan Jurnalisme Berpihak Perempuan yang diselenggarakan Bidang Komunikasi, Informasi dan Kehumasan Pimpinan [...]

 

PWNA Aceh Giatkan Wirausaha Perempuan “SEMINAR KEWIRAUSAHAAN PWNA ACEH”

Untuk menggiatkan wirausaha di Aceh, Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Aceh menyelenggarakan Seminar Wirausaha di Aula Universitas Muhammadiyah Aceh (15/06). Seminar diikuti oleh pelaku usaha kecil dan menengah, baik yang telah lama memulai usaha maupun baru mengawali usaha, entah itu di bidang kerajinan souvenir, katering, kuliner, hingga budidaya kelinci dan ikan lele.

Peserta tampak antusias mengikuti acara, apalagi seminar menghadirkan juga narasumber dari Dinas Koperasi dan UKM, juga dari pihak Bank yang biasa menyediakan peluang kredit usaha. Dalam seminar tersebut disampaikan seputar peluang-peluang bisnis hingga cara menyusun proposal wirausaha yang menarik. Sebagai bentuk antusiasme, peserta kemudian mengusulkan agar PWNA Aceh menindaklanjuti seminar dengan mengadakan Pelatihan Wirausaha dan memasukkan agenda berkunjung ke lokasi usaha sebagai bagian dari pelatihan.  Selain itu, dengan diadakannya seminar wirausaha ini, PWNA Aceh juga makin bersemangat untuk membentuk Badan Usaha Nasyiatul Aisyiyah (BUANA) Aceh.

Nasyiatul Aisyiyah Fokus Pada Dakwah Pencerahan Perempuan dan Anak

Nasyiatul Aisyiyah menyelenggarakan Rapat Pleno Pimpinan ke –V pada Sabtu (24/08) hingga Minggu (25/08). Berbagai topik persoalan perempuan akan dibahas oleh organisasi sayap perempuan Muhammadiyah ini, mulai dari persoalan keagamaan, pendidikan hingga upaya advokasi perempuan dan anak.

“Tema besar yang akan dikembangkan pada pleno kali ini adalah mengenai gerakan pencerahan. Dakwah yang dilakukan oleh Nasyiatul Aisyiyah harus selalu berupaya menjadikan perempuan untuk lebih maju, unggul dan lebih beradab. Karena di dalamnya ada nilai-nilai pembebasan, pemberdayaan, dan memajukan kehidupan” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Norma Sari, dalam pengantar rapat pleno di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta.

Norma Sari juga menyoroti persoalan hak pendidikan anak yang perlu digarap lebih serius oleh Nasyiatul Aisyah. “Tema dakwah pencerahan itu tidak bisa dilepaskan dari persoalan anak. Memaksimalkan keberadaan cabang dan ranting sebagai pilar gerakan Nasyiah dalam menyiapkan pendidikan dasar bagi anak baik berupa pengajian/TPA maupun PAUD menjadi salah satu subyek penting untuk dilakukan. Dan sudah menjadi tradisi di Nasyiatul Aisyiyah bahwa pendidikan dasar bagi anak menjadi sebuah kebutuhan khusus untuk menyiapkan mereka menjadi generasi penerus yang lebih baik” ujarnya.

Selain persoalan pendidikan anak, tantangan lain yang dihadapi oleh Nasyiatul Aisyiyah adalah perlunya merespon secara cepat isu-isu mengenai perempuan yang berkembang sekarang. Memperkuat kajian-kajian untuk merumuskan kembali problemakKekerasan perempuan yang akarnya adalah dunia yang tidak ramah terhadap perempuan dan anak itu sendiri, yaitu budaya patriakhi, menjadi mutlak dilakukan. Hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi keberadaan dan peran Nasyiatul Aisyiyah.

Peemberdayaan ekonomi perempuan juga menjadi tema yang dipersiapkan oleh Nasyiatul Aisyiyah. “Perempuan itu bisa berdaya ketika dia tidak memiliki ketergantungan ekonomi, dan Nasyiatul Aisyiyah siap bermitra dengan pihak-pihak yang sejalan, baik dengan amal usaha Muhammadiyah dan berbagai kementerian untuk penguatan kemandirian ekonomi bagi pencerahan kehidupan perempuan” jelas Norma Sari yang juga berprofesi sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan, sambil menutup paparannya. (orien)

Selamat Idul fitri 1435 H

Departemen Kominmas Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah-2013-