Melalui Konferensi Internasional Nasyiatul Aisyiah, Ecobhineka Wujudkan Perempuan Tangguh dan Harmoni

Melalui Konferensi Internasional Nasyiatul Aisyiah, Ecobhineka Wujudkan Perempuan Tangguh dan Harmoni

NASYIAH.OR.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah bekerjasama dengan program Ecobhinneka menggelar Konferensi Internasional bertajuk Women on Resilience, Peace, and Harmony. Acara ini diselenggarakan secara hybrid selama dua hari 30-31 Agustus 2022. Untuk lokasi luring pelaksanaannya berlangsung di Auditorium AR Fakhruddin FEB UHAMKA. Sebanyak lebih dari 500 peserta mengikuti kegiatan ini baik secara luring atau daring via zoom dan live streaming Youtube. 

Diyah Puspitarini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah menyampaikan bahwa peserta yang hadir di konferensi ini sangat beragam  tidak hanya dari kelompok muslim saja namun dari lintas agama dan lintas komunitas.

"Nasyiatul Aisyiyah menghaturkan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada JISRA Muhammadiyah atau yang kini di kenal dengan Ecobhinneka Muhammadiyah khususnya ucapan terima kasih kepada Bapak Surya Rahman yang mendukung serta turut mengundang pembicara dari Kenya yaitu Bapak Peter Munene selaku CEO Faith to Action (F2A)," tutur Diyah. 

Surya Rahman, Program Manager Ecobhinneka Muhammadiyah turut hadir memberikan sambutan dalam pembukaan konferensi. Surya berharap mengharapkan langkah kerjasama ini menjadi bentuk kolaborasi yang baik antara Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah dan Ecobhinneka Muhammadiyah.

"Tema konferensi ini sejalan dengan nilai-nilai dari Ecobhinneka dalam mendorong kerjasama dan kolaborasi lintas iman khususnya dalam gerakan menjaga lingkungan."

Tema konferensi ini juga sejalan dengan target program Ecobhinneka yakni perempuan karena perempuan memiliki peran penting dalam membangun komunitas yang tangguh dan mewujudkan harmoni kehidupan.

Melalui konferensi ini Surya Rahman mengharapkan seluruh peserta bisa belajar lebih banyak dari narasumber baik nasional maupun internasional.

"Banyak sudut pandang atau perspektif yang bisa dijadikan pelajaran dalam upaya mengoptimalkan peran-peran perempuan dalam perdamaian dan memberi dampak besar pada masyarakat," tutup Surya. 

Ada tiga pendekatan utama yang akan menjadi sasaran Ecobhineka yaitu pendekatan ‘Intra-religious – di dalam internal agama’, ‘Inter-religious – hubungan antar agama’ dan “Extrareligious – terkait kebijakan yang mendukung’ di tingkat nasional dan keamanan yang merugikan kelompok-kelompok minoritas, termasuk perempuan.


Di program Ecobhineka, Nasyiatul Aisyiyah mengerjakan kegiatan bersama komunitas lintas iman selama 5 tahun melalui suatu aksi bersama yang berkontribusi dalam upaya pengelolaan kelestarian lingkungan,  di 4 (empat) wilayah: Kalimantan Barat (Pontianak), Jawa Tengah (Surakarta), Jawa Timur (Banyuwangi), dan Maluku Utara (Ternate). (uswa)

Berita terkait: