Kemenko PMK Minta Dukungan PASHMINA dalam  Program Percepatan Penurunan Angka Stunting

Kemenko PMK Minta Dukungan PASHMINA dalam  Program Percepatan Penurunan Angka Stunting

NASYIAH.OR.ID, SLEMAN -- Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah menggelar Jambore PASHMINA pada Sabtu-Ahad, 27-28 Agustus 2022 secara daring dan luring. Dengan tema “Menguatkan Remaja Sehat Bebas Stunting dan Peduli Lingkungan” menggelar layanan PASHMINA secara serentak di beberapa daerah(29/08). Sedangkan PPNA mengadakan layanan PASHMINA di We Love You(th) Wedomartani- Sleman bersama PDNA Sleman. 

Sebelum memulai layanan PASHMINA, Diyah Puspitarini, Ketua Umum Pimpina Pusat Nasyiatul Aisyiyah,menjelaskan kepada peserta tentang apa itu stunting dan apa itu PASHMINA.
"PASHMINA merupakan model Pelayanan remaja sehat milik Nasyiatul Aisyiyah yang integrated dan holistik sebagai sarana atau wadah pengembangan diri remaja melalui berbagai layanan kesehatan fisik, konsultasi kesehatan reproduksi, kosultasi psikologi dan edukasi makanan bergizi serta edukasi berbagai isu aktual sesuai kebutuhan remaja," jelas Diyah 

Maman Wijaya, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental Kemajuan Kebudayaan Kememko PMK  turut hadir secara daring dalam kegiatan Jambore PASHMINA hari ke-2 (Ahad, 28/08). Maman menjelaskan  bagaimana urusan pencegahan stunting ini menjadi urusan Kemenko PMK. 

“Kemenko PMK memiliki tugas dalam hal pembangunan manusia. Maka pencegahn stunting ini menjadi bagian dari pembangunan manusia yang lebih baik,” jelas Maman.

Maman menyampaikan bahwa ada 5 aspek yang menjadi perhatian dalam strategi percepatan pencegahan stunting. Pertama, komitmen dan visi kepemimpinan melalui Gerakan Idnonesia Melayani. Kedua, kampanye gerakan pencegahn stunting melalui Gerakan Indonesia Bersih dan Gerakan Indonesia Tertib. Ketiga,  konvergensi melalui kolaborasi Gerakan Indonesia Bersatu.

“Keempat adalah gerakan ketahanan pangan dan gizi melelui Gerakan Indonesia Mandiri. Negara-negara yang memiliki ketahanammn pangan yang baik dan gizi yang baik biasanya angka stuntingnya jauh lebih rendah. Dan kelima adalah evaluasi tentang cara berfikir, cara bekerja, dan cara hidup agar  terwujud anak bebas stunting.”  tutur Maman.

Meskipun stunting dan gizi buruk adalah dua hal yang berbeda. Maman berharap Nasyiatul Aisyiyah dapat berperan aktif di dalam pencegahannya misalnya dengan kegiatan layanan  PASHMINA ini.

“Kami berharap Nasyiatul Aisyiyah menjadi pelopor dan penggerak perang melawan stunting. Jika bisa menggerakkan orang lain tentu dirinya sendiri juga aktif melakukan untuk dirinya sendiri,” tambah Maman.

Jambore PASHMINA 2022 ini terselenggara atas dukungan Kemenko PMK melalui Program Revolusi Mental. Selain pelayanan PASHMINA dilakukan oleh PPNA, ada beberapa daerah yang juga melakukan layanan secara luring. Di antaranya PASHMINA PCNA Mantrijeron di Masjid Al Azhar, Pashmina PWNA SULSEL di SMP Unismuh Makassar,  PASHMINA PDNA Lamongan di MAM 3 Godog Laren,  PASHMINA PCNA Lamongan di Ponpes Almizan Muhammadiyah Lamongan, PASHMINA PCNA Turi di event jalan sehat desa Tawangrejo-Turi, PASHMINA PDNA BANYUWANGI di SMK MODELS, PASHMINA PDNA Bojonegorodi MAM 02 Banjaranya, .PASHMINA PDNA Pontianakdi Kampung Merak Binaan Nasyiah Kota Pontianak, PASHMINA tulungagung di Masjid (Kajian Ahad Pagi), PASHMINA PDNA Sleman di We Love You(th) Krapyak Wedomartani, PASHMINA PDNA Bengkulu Utara, PASHMINA kota Blitar_go to School. (mona)

 

Berita terkait: