Raja Juli Antoni Ajak Kader NA Bangga Menjadi Bagian dari Muhammadiyah

Raja Juli Antoni Ajak Kader NA Bangga Menjadi Bagian dari Muhammadiyah

NASYIAH.OR.ID, BANTUL - Puncak Milad Nasyiatul ‘Aisyiyah ke-94 yang digelar di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan tokoh dan salah satu kader terbaik Muhammadiyah, Raja Juli Antoni yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR). Raja Juli mengingatkan kader Nasyiatul ‘Aisyiyah agar lebih percaya diri dan bangga dengan identitasnya sebagai kader Muhammadiyah.

Mantan ketua umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) periode 2000-2002 ini menyampaikan keresahannya melihat kacenderungan kader muda masa kini yang tidak percaya diri dengan keislamannya di Muhammadiyah.

“Saya melihat ada kecenderungan di kalangan muda muhammadiyah yang agak minder terhadap kemuhammadiyahannya. Seakan kemuhammadiyahannya itu tidak cukup keren baginya sehingga melirik kelompok islam lain yang baginya terlihat ‘lebih hijau’.” Ujar Raja.

Baginya, kecenderungan ini muncul akibat kader muda muhammadiyah saat ini mengalami proses ketidakpercayaan diri di tengah arus islam baru yang menjajakan tipologi islam yang terlihat meriah dan responsif. Meskipun keislaman yang dibawa Muhammadiyah sejatinya adalah Islam substantif yang membawa kepada transformasi sosial.

“Muhammadiyah melakukan pembaharuan (Islam) lewat praksisme sosial melalui program riil dan transformatif,” tambahnya.

Mengutip istilah yang digunakan Prof. Dr. K.H. Abdul Malik Fadjar, Raja Juli menjelaskan, “Kita ini (Islam berkemajuan) sudah berada di jalan raya atau jalan tol, apakah mau diseret ke jalan sempit yang mengandalkan simbolisme Islam yang terbiasa dengan melakukan politisasi keislaman untuk kepentingan jangka pendek?” 

Dalam sambutannya, Raja Juli Antoni mengingatkan bahwa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sejak berdirinya sudah menjadi gerakan islam yang progresif. Bahkan ketika gerakan aktivis perempuan belum sepopuler hari ini. Sejak Kongres Perempuan tahun 1928 hingga hari ini. Baginya, hal ini seharusnya cukup menjadi poin kebanggaan bagi kader Muhammadiyah untuk terus membangun negeri lewat gerakan Muhammadiyah. (Mia)

Berita terkait: