Sarasehan PWNA Jateng Bahas Internalisasi Moderasi Beragama

Sarasehan PWNA Jateng Bahas Internalisasi Moderasi Beragama

NASYIAH.OR.ID, Semarang- Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah (PWNA Jateng) mengadakan Sarasehan dan Konsolidasi Organisasi Jelang Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah berlokasi di Hotel Grasia, Semarang pada Rabu lalu (01/06). Dengan bertema “Islam Wasathiyah dan Perwujudan Toleransi”, agenda PWNA Jateng yang bekerjasama dengan Kanwil Kemenag Jateng ingin menginternalisasi konsep Islam wasathiyyah sebagai pandangan keberagamaan yang ideal-proporsional dan mendorong pengimplementasian nilai-nilai Islam wasathiyyah dalam bermasyarakat di tengah pluralitas manhaj ber-Islam maupun antariman.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PWNA Jateng, Siti Zuhriyatun Nurohmah, S.Pd menyampaikan harapannya dengan dasar pemikiran yang baik tentang moderasi dan Islam Wasathiyah akan mewujudkan misi perdamaian sesuai dengan konsep Keluarga Muda Tangguh Nasyiatul Aisyiyah (KMTNA). “Semoga isu ini bisa tersosialisasi dari Daerah ke Cabang, Cabang ke Ranting,” ucap Zuhri.

Ketua PWM Jateng, Dr. H. Tafsir, M.Ag menyampaikan bahwa moderasi beragama adalah salah satu paham agama yang menjadi ketetapan Muhammadiyah. Maka diangkatnya isu moderasi dalam diskusi PWNA Jateng akan menjadi sinergi yang baik. “Atas nama pribadi dan PWM mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja sama ini antara PWNA Jawa Tengah dan Kanwil Kemenag Jawa Tengah tentang moderasi beragama yang menjadi bagian dari ketetapan Muhammadiyah, bukan hanya Kemenag. Maka ini menjadi sinergi yang baik,” jelas Dr. Tafsir.

Dalam materinya, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah yang diwakili H.M. Afief Mundzir, S.Ag, M.Si, Kepala Bidang Penaiszawa menggarisbawahi penanaman moderasi dan toleransi dapat dimulai dari keluarga. Bahkan, menurutnya, perempuan berperan besar dalam mewujudkan budaya moderasi dalam beragama. Dalam organisasi perempuan terdapat multi-peran yang menjadi agent of knowledge, agent of development, agent of change, agent of modernization yang memiliki semangat yang tidak kalah dengan organisasi lainnya.

Selanjutnya dihadapan 70 peserta yang terdiri dari PWNA dan PDNA se-Jawa Tengah, Anisia Kumala, Lc, M.Psi, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah menjabarkan ciri Islam Wasathiyah yang salah satunya terdiri dari Attawassuth (memposisikan diri di tengah, dengan sikap lurus istiqomah, tidak ifrâth (berlebih-lebihan dalam beragama) dan tafrîth (mengurangi ajaran agama), Attasamuh (bertoleransi, tenggangrasa, menghargai perbedaan tetapi juga toleransi yang tidak menghinakan diri/harus proporsional pada tempatnya), dan Attathawwur wa al-ibtikar (dinamis dan inovatif, terbuka untuk melakukan perubahan-perubahan untuk kemaslahatan umat). 

Berita terkait: