Perempuan Cerdas Berkemajuan Jadilah Promusen Konten Positif

31 Oktober 2021
Penulis : PP NA


YOGYAKARTA, NASYIAH.OR.ID – Seiring dengan perkembangan dunia digital, persoalan digitalpun menjadi konsumsi sehari-hari. Mulai dari meningkatnya cyber crime, tingginya kkerasan seksual berbasis online, hingga fenomena fake news (berita palsu), hoax, hate speech (ujaran kebencian) dan  hate spin (pelintiran kebencian) yang berimplilkasi pada perpecahan dan konflik di masyarakat.

‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan tertua di Indonesia, bersama dengan Kominfo melakukan sosialisasi dan pengembangan materi kecerdasan digital. Hal ini sebagai bagian dari upaya mengatasi berbagai persoala digital terutama yang menyangkut perempuan. Oleh sebab itu ‘Aisyiyah menggandeng Nasyiatul Aisyiyah agar literasi digital untuk perempuan muda bisa lebih tepat sasaran.

Talkshow  “Literasi  Digital Perempuan Muda Cerdas Berkemajuan” yang dilaksanakan pada 31 Oktober 2021 di Yogyakarta adalah kerja sama yang dilakukan oleh LPPA PP’Aisyiyah-Kominfo dan PP Nasyiatul Aisyiyah

Rosa Kusuma Azhar, influencer, mengatakan bahwa perempuan muda berkemajuan yang memiliki kecerdasan literasi pintar memilih dan memilah hal-hal apa saja yang perlu di lempar ke publik maupun yang cukup disimpan dalam ranah privasi.

"Tidak semua konten berdampak baik. Saat kita bisa mengasah beragam keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia digital maka kita bisa membuat konten positif. Dalam dunia digital, orang yang hanya ingin menampilkan eksistensi dan yang ingin menebar kebaikan itu berbeda," tutur alumni Nasyiatul Aisyiyah yang akrab disapa Teh Ocha.

Selain itu Irfan Amalee, Founder Peace Generation, juga berbagi tips untuk menjauhi ujaran kebencian.

"Cara menjauhi ujaran kebencian adalah dengan tidak menjadi konsumennya melainkan menjadi prosumen. Prosumen adalah konsumen literasi yang cerdas. Dengan menjadi konsumen cerdas maka kita bisa menjadi produsen literasi cerdas nantinya," tutur alumni Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM).

Arus informasi ibarat sungai, kata Irfan Amalee, air sungai yang keruh dapat disaring menjadi air bersih.

“Literasi digital adalah upaya melatih kemampuan menyaring informasi. Hanya orang yang punya kecerdasan digital yang bisa menyaring informasi positif dan menyebarkannya,” imbuhnya.

"Hoax adalah buatan orang cerdas tapi jahat yang dikonsumsi orang baik yang kurang cerdas. Maka kita perlu menjadi cerdas dan bermoral agar bisa menjadi kreator perdamaian bukannnya distributor kebencian,” pungkas peraih Kick Andy Heroes 2021. (Mona-Linta)

Contact Us

Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah

Kantor Yogyakarta

Jalan KHA. Dahlan No 103, Yogyakarta
Kode Pos 55262
  (0274) 411610

Kantor Jakarta

Jalan Menteng Raya No 62, Jakarta
Kode Pos 10340
  (021) 39899789

Find Us