AIMEP 2021 : Tak Sekedar Bertukar Pengalaman, Namun Juga Bersahabat, dan Berkolaborasi

13 September 2021
Penulis : PP NA


NASYIAH.OR.ID, JAKARTA-- Sobat Nasyiah!. Di masa Pandemi Covid 19 ini, sadar ataupun tidak, kita telah mempercepat adaptasi kita dengan teknologi daring. Mulai dari pekerjaan sehari-hari, sekolah, pelatihan, dan juga hobi. Saya termasuk orang yang sempat galau ketika ada berbagai peluang apply pelatihan ataupun pertukaran internasional pada masa ini karena semua menjadi daring. Dalam hati biasanya ada niat sampingan yaitu jalan-jalan melihat tempat-tempat baru sekaligus menghilangkan kejenuhan sejenak di tempat yang jauh. Namun tawaran berbagai program dengan substansi yang bagus, juga jaringan yang menarik tetap mampu merayu saya untuk tetap apply. Sayang kalau tidak dimanfaatkan peluang-peluang baik itu selagi kita bisa sambil duduk di depan laptop di ruang kerja di rumah dengan segelas kopi dan camilan.

Salah satu exchange program yang bagi saya menarik dan berkesan yang baru saja selesai saya ikuti adalah Australia-Indonesia Moslem Exchange Program (AIMEP) 2021. Saya menemukan flyer program ini kurang dari 2 hari sebelum deadline. Selain termasuk cukup bergengsi, AIMEP juga memiliki jaringan alumni yang masih dikelola dalam jangka waktu yang sangat panjang, dan isinya orang keren-keren. Alhasil, saya apply ke program ini dengan sistem kebut satu hari. Mulai dari mengisi form, meminta surat rekomendasi, dan summit. Dan alhamdulilah memang rejeki, setelah beberapa tahap, mulai dari administrasi, membuat video profil, lalu wawancara, saya lolos. Saya masih menerapkan petuah seorang senior : “yang penting coba apply dulu, kalau tidak lolos tidak rugi juga, kalo lolos malah alhamdulilah.

AIMEP 2021 berbeda dengan periode sebelumnya yang dilakukan kunjungan langsung peserta dari Indonesia ke Australia. Selain karena pandemi Covid 19 sehingga harus dilakukan secara daring, konsep programnya juga berbeda yaitu dengan mempertemukan peserta dan narasumber dari Indonesia dan Australia sekaligus dalam tiap sesinya. Model ini memungkinkan pertukaran pengalaman dan perspektif dari negara dengan sistem dan budaya berbeda dapat terjadi secara langsung dan intensif. Program dilakukan selama sekitar 7 minggu dengan berbagai tema, diantaranya diskusi tentang Islam in Our Region, Leadership, Government & Society, Education & Youth Development, Gender & Family, dan Community Development & Post Pandemic Transformation. Narasumber yang diundang totalnya 77 orang yang merupakan ahli, praktisi, maupun pemimpin komunitas dari Australia maupun Indonesia. Terdapat sesi mini cohort yang memungkinkan peserta berdiskusi lebih mendalam serta mengenal satu sama lain. Karena intensitas ini, meskipun melalui daring, peserta menjadi lebih akrab dan ikatan satu sama lain. Juga setelah program selesai terasa ada yang hilang. Lebih lagi, rasa pertemanan dan persahabatan yang terbentuk menjadi potensi yang baik untuk membangun kolaborasi saling mendukung.

Program ini dampaknya tak hanya soal bertukar pengalaman dan cerita, namun juga memperkaya perspektif dari berbagai komunitas yang berbeda. Beberapa peserta merasa baru pertama kali mendapat kesempatan berdialog dengan komunitas tertentu, misalnya komunitas Syiah di Australia dan di Indonesia, situasi perkawinan dan hukum keluarga di Australia, kemudian juga misalnya dengan pegiat advokasi indigenous di pedalaman Australia untuk isu kesehatan. Juga berkesempatan berdialog dengan Governor General Australia, His Excellency David Hurley, dimana saya sempat agak nervous karena diminta memberikan remark mewakili peserta AIMEP 2021.

 

Salah satu sobat peserta AIMEP dari Australia dan fasiltator AIMEP mengajak saya berkolaborasi untuk penggalangan dana di Australia untuk Indonesia yang sedang dalam situasi darurat menghadapi gelombang kedua infeksi varian Delta Covid 19 di tanah air yang telah memakan banyak korban. Lalu saya menghubungi Muhammadiyah Covid 19 Command Center (MCCC) sebagai lembaga mitra dalam penggalangan dana. Di Australia, Rowan Gould Center membantu membuat video dan konten lainnya untuk penggalangan dana. Lalu platform yang digunakan adalah penggalangan dana online dengan bermitra dengan Launchgood. Alhamdulillah dalam satu bulan, dana yang dihasilkan sebesar 33.000,- AUD. Dana ini 60% akan disalurkan melalui MCCC, prioritas untuk membantu masyarakat miskin yang sedang isolasi mandiri, mensupport anak-anak yang menjadi yatim karena orangtuanya terinfeksi Covid 19, Lansia dan perempuan miskin terdampak Pandemi, bantuan bagi masyarakat miskin untuk pemakaman mereka yang meninggal karena Covid 19, kebutuhan penanganan di Rumah Sakit.

 

Adanya kolaborasi lintas negara ini dapat menjadi inspirasi kita bagaimana ke depan dapat membangun upaya bersama tidak hanya fundraising namun juga gerakan bersama untuk kemanusiaan global. Komunitas perempuan muslim juga dapat saling mendukung satu sama lain membangun perspektif berkemajuan, sejalan dengan agenda internasionalisasi Nasyiah. Ayo sobat Nasyiah, kita perbanyak tholabul ‘lmi melintas batas!.

 

Penulis :
Khotimun Sutanti, Ketua Bidang Sosial Kemasyarakatan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah

 

 

Contact Us

Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah

Kantor Yogyakarta

Jalan KHA. Dahlan No 103, Yogyakarta
Kode Pos 55262
  (0274) 411610

Kantor Jakarta

Jalan Menteng Raya No 62, Jakarta
Kode Pos 10340
  (021) 39899789

Find Us