Kreatif dan Inovatif: Magnet Kebaikan untuk terus Produktif

14 Juli 2020
Penulis : PP NA


Oleh : Dyah Pikanthi*

Hadirnya Corona Virus atau lebih dikenal dengan COVID-19 memberikan pengaruh yang sangat besar dari segala aspek. Bukan hanya dari aspek kesehatan akan tetapi aspek lain seperti ekonomi khususnya bagi kondisi ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, China di tahun 2019 yang membuat seluruh dunia gempar. Lembaga kesehatan dunia WHO menghimbau kepada seluruh negara agar lebih meningkatkan pencegahan penularan dari virus ini.

Social Distancing

Salah satu hal yang dilakukan adalah menjalani social distancing. Beberapa negara menerapkan hal tersebut, akan tetapi penerapan social distancing memberikan dampak yang sangat signifikan pula terhadap perekonomian suatu negara. Berbicara mengenai social distancing, maka berbicara mengenai pembatasan sosial bagi masyarakat sehingga berdampak terhadap roda perputaran ekonomi karena terjadinya pemutusan interaksi dengan segala konsekuensinya.

Tentu ini menjadi ancaman bagi pelaku usaha/ UMKM karena adanya pembatasan social menjadikan omzet yang didapatkan akan berkurang sedangkan masyarakat mengeluarkan biaya untuk kebutuhan sehari-hari secara menerus. Artinya terdapat biaya-biaya yang seharusnya memiliki kantong sendiri seperti biaya operasional, biaya insidental/ jaga-jaga dan biaya tabungan. Namun adanya kondisi pandemi ini mau tidak mau biaya-biaya tersebut mengcover biaya operasional kebutuhan harian.

Sejumlah usaha rumahan di sektor UMKM mengalami keterpurukan. Namun laju ekonomi harus tetap dikuatkan karena ikhtiar usaha terus diperjuangkan baik oleh individu maupun kelompok. Maka saling berbenah dalam hal kebaikan (QS Ar Ra’d:11), kreatif dan inovatif menjadi wujud nyata untuk direalisasikan. Diawali dengan edukasi dalam hal bisnis menjadi pijakan bagi siapapun, di manapun untuk terus menggali informasi tentang peluang dan tantangan bisnis dimasa pandemi dan upaya-upaya apa saja yang dilakukan.

Bisnis Kreatif dan Inovatif

Ada banyak sumber yang menyediakan berbagai materi dan ilmu mengenai ragam bisnis, baik yang gratis maupun berbayar. Terlebih saat ini sedang digencarkannya program work from home sehingga terdapat banyak waktu luang yang bisa digunakan untuk memperdalam ilmu bisnis. Upaya awal adalah jangan panik dan jangan berhenti menjual. Hindari kepanikan atas pandemi Virus Corona ini dan berhentilah berasumsi bahwa suatu bisnis akan segera bangkrut karena adanya penurunan penjualan. Berusaha  untuk selalu kreatif dan inovatif menjadi magnet sendiri untuk terus produktif.

Selain itu  gencarnya promosi yang tepat digunakan harus dicermati, buatlah cara dan strategi penjualan yang kreatif. Dengan membuat pelanggan tetap melihat cara yang khas dalam mempresentasikan produk. Bisa melalui video yang  lucu atau unik, melalui meme yang lucu, melalui email yang menarik dan berbagai cara lainnya yang disesuaikan kembali dengan target pasar produk bisnis. Karena berbeda target, berbeda pula cara pendekatannya.

Pada masa pandemi Ini adalah waktu yang tepat untuk memperkuat nilai dari produk yang akan d jual. Jika dapat mengembangkan promosi penjualan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan di tengah krisis Virus Corona ini, dengan sendirinya, pelangganpun akan datang sendiri kepada bisnis. Sebaiknya, gunakan media digital saat melakukan promosi karena pelanggan lebih banyak menghabiskan waktu dan beraktivitas di rumah. Waktu untuk melihat smartphone atau melihat TV akan lebih banyak dihabiskan dibanding hari-hari biasanya.

Terkait dengan segmentasi maka produk yang dipasarkan adalah produk konsumsi, kesehatan, dan jasa yang dekat dengan kebutuhan manusia saat ini. Pendapatan masyarakat yang menurun drastis tidak berpengaruh banyak terhadap permintaan barang dan jasa akan kebutuhan pokok. Sebagai penguat kebutuhan maka sumber daya yang dibutuhkan adalah sumber daya lokal di mana pelaku usaha/ UMKM perlu memanfaatkan sumber daya lokal, baik sumber daya manusia, modal, bahan baku, hingga peralatan. Sehingga sebagian besar kebutuhan usaha/ UMKM tidak mengandalkan barang impor.

Strategi Giving

Termasuk di dalamnya membangun hubungan baik dengan saling menghormati sesama rekan usaha dengan saling mempromosikan. Salah satu strategi yang tak kalah hebat di masa pandemi ini adalah strategi giving. Pelaku usaha harus memiliki jiwa sosial dalam kontribusi / memberi di tengah pandemi ini. Kegiatan ini merupakan kesempatan untuk menarik rasa percaya konsumen terhadap sebuah brand yang dimiliki dengan cara berbagi.

Meskipun pandemi masih berjalan, ternyata masih ada banyak strategi bisnis yang bisa dilakukan oleh pelaku usaha/ UMKM jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, yaitu dengan inovasi, perbanyak informasi produk kreatif yang paling dibutuhkan saat ini, memanfaatkan sumber daya lokal, menguasai media social sebagai media promosi, menerapkan strategi (empathy,  solution, giving, dan useful).

Selain itu, diperlukan dukungan dari pemerintah terhadap usaha/ UMKM yakni dengan beberapa kebijakan seperti menerapkan kebijakan program social safety ( jaring pengaman sosial), menerapkan bantuan langsung tunai dan lain-lain. Semoga wabah virus ini segera berlalu sehingga denyut kehidupan masyarakat kembali berjalan normal. Dan insyaAllah atas ijinNya pemulihan atas dampak yang terjadi dari adanya wabah virus ini dapat segera berangsur membaik. Aamiin,, Wallahu a’lam bishashawab. 

*) Ketua Departemen Ekonomi Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah,Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Mahasiswa Program Doktoral Universitas Airlangga Surabaya.

Contact Us

Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah

Kantor Yogyakarta

Jalan KHA. Dahlan No 103, Yogyakarta
Kode Pos 55262
  (0274) 411610

Kantor Jakarta

Jalan Menteng Raya No 62, Jakarta
Kode Pos 10340
  (021) 39899789

Find Us