Internasionalisasi Nasyiatul Aisyiyah

Internasionalisasi Nasyiatul Aisyiyah

Oleh : Diyah Puspitarini

Menjelang satu abad Nasyiatul Aisyiyah, organisasi otonom putri Muhammadiyah dan Aisyiyah ini kiranya harus memikirkan pengembangan dakwah dan kiprah yang lebih luas lagi, tidak hanya berkutan pada level local dan nasional. Selama ini perjalanan Nasyiatul Aisyiyah sudah tidak perlu disangsikan lagi, karena sejak jaman pra kemerdekaan hingga berganti berbagai rezim kepemimpinan, Nasyiah sudah turut andil memberikan perubahan bagi kehidupan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan perempuan muda dan anak. Dakwah Nasyiah yang juga sudah merambah hampir 70% jumlah kecamatan di seluruh Indonesia ini dituntut untuk semakin mengembangkan kiprahnya, yaitu untuk unjuk serta dalam berbagai kegiatan yang bersjala internasional.

Menarik memang jika kita mengkaji berbagai kegiatan Nasyiah ini, dari mulai kegiatan yang berada di sekitar rumah dan kampong, hingga merambah pada pengenalan di berbagai komunitas di luar Nasyiah dan Muhammadiyah hingga seperti dalam salah satu bait syair Mars Nasyiatul Aisyiyah karya Hadjid yang disebutkan …..simbulnya padi berbahagia..umat seluruh dunia. Ada visi dan pesan masa depan yang dituliskan oleh penulis lagu Mars NA ini, seolah mengarahkan bahwa dimasa yang akan datang, Nasyiatul Aisyiyah dengan symbol-simbol gerakan organisasinya memberikan kontribusi untuk umat di seluruh dunia. Arti harfiah dituliskan dalam syair ini bahwa salah satu tujuan akhir Nasyiatul Aisyiyah bisa dirasakan tidak hanya untuk masyarakat Indonesia saja tetapi juga dunia, Nasyiatul Aisyiyah juga sekaligus mampu menjadi gerakan yang rahmatan lil ‘alamiin.

Secara etimologis, kalimat itu terdiri dari tiga bagian: kata rahmat (rahmat atau anugerah atau kasih), hurup li (untuk) dan kata alamin (bentuk plural dari kata alam yang berarti seluruh alam). Karena itu, pengertian dasar prasa rahmatan lil-alamin adalah bahwa Islam merangkul atau mengayomi semesta dan segala isinya, tanpa kecuali. Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia.

 

{ ????? ????????????? ?????? ???????? ??????????????} [????????: 107

“Dan tidaklah engkau (Muhammad) diutus ke muka bumi ini kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. al-Anbiya: 107).

Mengutip makna rahmatan lil ‘alamiin ini dimaknai Islam sebagai rahmat bagi seluruh makhluk ciptaan Allah, ada nilai trasedensi, vertical dan horizontal, sehingga dengan berbagai persoalan social dan masyarakat, Islam mempu berbicara dan menyatukan. Begitu pula jangka panjang dari gerakan Nasyiatul Aisyiyah ini, dengan berbagai persoalan yang terjadi di lingkugan sekitar hingga masalah yang ada di dunia, sepanjang masih segaris dengan visi Nasyiatul AIsyiyah, maka wajib untuk disikapi bersama.

 

Apakah internasionalisasi ?

Internasionalisasi ini merupakan serapan bahasa Inggris, yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti lembaga akan fokus pada peningkatan produktivitas, melayani, dan menginternasionalkan kepentingannya. Internasionalisasi adalah istilah yang menggambarkan dibawanya suatu permasalahan lokal atau regional menjadi urusan dunia internasional atau antarbangsa. Meski sering dipertukarkan dengan globalisasi, istilah internasionalisasi sebenarnya lebih banyak merujuk pada urusan politik dibanding ekonomi atau perdagangan. Sementara globalisasi lebih merujuk pada tidak adanya lagi batas-batas negara dalam hubungan perdagangan, investasi, budaya populer, dan lainnya.

Menurut Sekretaris ASEAN Studies Center UGM Rizky Mardhatillah Umar dalam Suara Muhammadiyah nomor 16 tahun 2017, internasionalisasi merupakan proyek besar untuk memperkenalkan, menempatkan, hingga menjadikan Muhammadiyah sebagai bagian dari dunia. Internasionalisasi Muhammadiyah harus mencakup dimensi: pemikiran keagamaan, kader, jaringan dan jangkauan geografis-spatial, serta struktur organisasi/amal usaha.

 

Landasan Rasionalitas

Upaya internasionalisasi Nasyiatul Aisyiyah adalah bagian dari fungsi pengembangan organisasi, dimana pengembangan organisasi merupakan peningkatan kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya dengan menafaatkan potensi manusia secara lebih efektif dan mengevaluasi setiap perubahan dan mengarahkannya secara konstruktif. Tujuan berjejaring dari pengembangan organisasi, terutama di Nasyiatul Aisyiyah ini adalah : (1) Memudahkan pemecahan masalah dalam pekerjaan dan meningkatkan mutu keputusan baik skala local maupun internasional, (2) Mengadakan perubahan-perubahan yang lebih efektif, (3) Mengurangi pertentangan yang sifatnya merusak, dan membuatnya lebih efektif, (4) Meningkatkan keterlibatan atas dasar tujuan organisasi dalam berbagai skala kepentingan, (5) Memelihara kerjasama diantara individu dan kelompok serta organisasi lintas negara.

Jaringan atau koneksi dapat dikatakan sebagai sebuah system, maka jaringan dalam pengembangan organisasi lebih focus pada sekumpulan manusia dimana mereka memiliki ikatan-ikatan yang saling berhubungan atau terikat satu sama lain. Adanya jaringan ini juga turut memperkuat peran organisasi dalam radar jangkauan yang lebih luas dari sisi kebermanfaatannya. Teori jaringan dalam organisasi adalah adanya sebuah jaringan di dalam sebuah organisasi untuk saling bekerjasama dan memenuhi kebutuhan masing-masing yang tidak dapat dipenuhi seorang diri, sehingga secara tidak langsung demi kelangsungan hidup organisasi maka berjejaring adlaah sebuah keniscayaan.

Jaringan ini disebut jaringan sosial dimana adanya hubungan sosial yang diikat oleh adanya kepercayaan yang mana kepercayaan itu dipertahankan dan dijaga oleh norma dan prinsip dari organisasi tersebut. Kini semakin disadari bahwa dalam rangka mengelola organisasi apa pun dimasa depan, informasi merupakan suatu komoditi yang sangat penting untuk dimiliki. Maka jaringan kemitraan yang dibangun oleh Nasyiatul Aisyiyah tetap berdasar pada membangun relasi sosial saling percaya dengan landasan prinsip-prinsip arah gerak Nasyiatul Aisyiyah.

 

 

Internasionalisasi Nasyiatul Aisyiyah

Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode 2016-2020 ini membentuk departemen Hubungan Luar Negeri dan kerjasama antar lembaga, dengan harapan mampu melakukan cakupan program serta kerjasama dapat dilakukan oleh Nasyiatul Aisyiyah dengan berbagai lembaga baik di dalam dan luar negeri serta membuka diri secara organisasi untuk forum internasional dan isu perempuan di level global. Departemen ini juga harapannya melakukan perintisan jejaring Nasyiatul Aisyiyah di kancah internasional. Apakah mudah? Untuk hal yang baru tentu saja harapan ini tidak mudah terwujud, namun untuk sebuah langkah awal tentunya harus dilakukan gebrakan untuk kemajuan Nasyiatul Aisyiyah.

Internasionalisasi, memerlukan keterlibatan kader di luar dan dalam negeri, akrena gerak di ranah internasional sangat terkait dengan cara kader Muhammadiyah memandang dunia dan masyarakat global. Internasionalisasi tidak sekedar ekspansi organisasi, tetapi juga ekspansi paham pemikiran keagamaan, serta keterlibatan dalam pengentasan persoalan basis gerakan. Beberapa kegiatan sebagai implementasi internasionalisasi Nasyiatul Aisyiyah adalah membuka perwakilan cabang istimewa, turut dalam konferensi internasional, advokasi isu WNI terutama pelajar dan tenaga kerja, dialog antar umat beragama, hingga forum perdamaian dan kemanusiaan yang selalu menjadi isu yang hangat di kancah internasional. Nasyiatul Aisyiyah harus membangun kemampuan public relation, diplomatik dan jejaring internasional. Sebab dengan memiliki kemampuan memposisikan Nasyiatul Aisyiyah sebagai organisasi yang siap untuk mengepakkan dakwah dan kontribusinya di dunia internasional dan masyarakat yang lebih luas.

Ada banyak hal yang akan kita dapatkan dengan adanya gerakan internasionalisasi Nasyiatul Aisyiyah, terutama di era disrupsi ini, dimana perubahann terjadi dengan cepat dan connectivity menjadi sebuah kebutuhan secara personal apalagi organisasi. Pengembangan koneksi dan jaringan ini adalah ssalah satu wujud dari keterlibatan organisasi dalam permasalahan dunia. Persoalan internasional yang muncul pun beragam, namun Nasyiatul Aisyiyah tetap terfokus pada isu yang sesuai dengan arah gerak Nasyiatul Aisyiyah, yaitu dakwah, kader/sumber daya manusia, pendidikan, kemasyarakatan dan keilmuan.

Semakin banyaknya kiprah Nasyiatul Aisyiyah dalam kancah internasional semakin meneguhkan tujuan gerakan dan cita-cita mulia persyarikatan Muhammadiyah.


*) Diyah Puspitarini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah

Berita terkait: