Din Syamsuddin : Nasyiah Perlu Menjadi Pelopor Tegaknya Kehidupan Keluarga 

10 November 2019
Penulis : PP NA


NASYIAH.OR.ID, PALEMBANG – Din Syamsuddin, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengungkapkan bahwa salah satu maslah besar yang dihadapi bangsa Indonesia khususnya umat Islam adalah robohnya pondasi keluarga Indonesia. 
Menurut Din, keluarga sebagai lingkaran terkecil di masyarakat tidak berfungsi sebagaimana mestinya, termasuk karena perceraian dan keluarga yang tidak menjadi tempat pendidikan yang utama dan pertama. 

“Satu dasawarsa (perceraian) naik 30%. Tahun 2016 tertinggi mencapai 375.000, berarti ada sekitar 46 kasus perceraian perjam di Indonesia. Dari kasus perceraian yang naik, sekitar 60% karena gugat cerai oleh istri,” ungkapnya, pada Sidang Pelno  X Tanwir II NA di Hotel Swarma Dwipa Palembang, Sabtu (9/11). 

Din menyampaikan banyak kasus perceraian yang terjadi karena gadget atau handphone. Menurutnya, ini sangat memprihatikan karena terjadi di negara yang mayoritasnya Muslim. Islam membolehkan talak, namun Rasulullah saw menyatakan hal tersebut merupakan halal yang sangat dibenci oleh Islam. 

“Penelitian kualitas pendidikan Indonesia Indeks kualitas di Indonesia rendah akibat keluarga kurang berfungsi. Oleh karena itu pilihan tema revitalisasi keluarga sangat penting untuk membangkitkan kembali elemen vital dalam kehidupan keluarga,” jelas Din. 

Din mengimbau kepada para kader NA untuk memasifkan gerakan dalam keluarga. “Kembalikan hidup berkeluarga ke dasarnya. Tidak hanya sebagai fungsi reproduksi juga ada fungsi edukasi untuk saling mendidik antara suami dan istri, tukar menukar antar diri. Dua orang datang dengan latar belakang yang berbeda, maka yang lebih memberikan yang kurang dan sebaliknya. Fungsi persenyawaan dan edukasi terhadap diri sendiri. sebelum menjajdi pendidik hendaklah terjadi dulu proses pendidikan antara bapak dan ibu. Tasaul adalah cintai pasangan dengan seutuhnya baik kekurangan dan kelebihan,” jelasnya lagi. 

Nasyiatul Aisiyah, lanjut Din, perlu mempelopori tegaknya kehidupan keluarga, terutama keluarga muda. Bisa tidak menumbuhkan kembali robohnya keluarga tersebut, kalau bisa dilakukan luar biasa sekali. Perlu difikirkan gerakannya untuk merevitalisasi robohnya keluarga.

Din menjelaskan bahwa gerakan revitalisasi keluarga dapat dimulai dengan mengidentifikasi keluarga. “Kasus KDRT meningkat, gugat cera istri meningkat, kasus seksual abuse meningkat, menandakan rusaknya bangsa ini,” paparnya. 

Maka, menurutnya, NA harus mampu menyusun konsep revitalisasi keluarga. “Anggota dan kader NA harus menjadi teladan dalam revitalisasi keluarga. Teladan yang baik kehidupan keluarga dipertahankan, fungsi edukasi juga berjalan. Bisa dibicarakan secara internal, untuk mewujudkan keluarga tangguh,” tutup Din. (Syifa)

Contact Us

Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah

Kantor Yogyakarta

Jalan KHA. Dahlan No 103, Yogyakarta
Kode Pos 55262
  (0274) 411610

Kantor Jakarta

Jalan Menteng Raya No 62, Jakarta
Kode Pos 10340
  (021) 39899789

Find Us