Mengemban Peran Keummatan, Ini Pesan Haedar Nashir untuk Kader Nasyiah

08 November 2019
Penulis : PP NA


NASYIAH.OR.ID, PALEMBANG – Nasyiatul Aisyiyah (NA) dengan sepuluh komitmenya harus selalu dipupuk tentang pemahaman keIslaman dan nilai-nilai Muhammadiyah harus tetap menjadi yang utama dalam pergerakannya. 

Hal tersebut diungkapkan, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir dalam Pembukaan Tanwir II NA bertempat di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Jum’at (8/11). 

“Pahamilah yang menjadi pedoman Muhammadiyah dalam memahami Islam. Di dalam memahami Islam Muhammadiyah melakukan pendekatan bayani, burhani dan irfani, secara teks, konteks,  rasional ilmu pendidik dan secara ruhani. Dengan pendekatan ini Insya Allah Muhammadiyah akan memperkaya khasanah pemahaman keIslaman, nilai-nilai iman, islam, dan ilmu. Kalau seperti itu pemahaman kita maka Muhammadiyah dan NA tidak akan mudah terombang ambing oleh isu yang berkembang,” ungkap Haedar.

Haedar kemudian mengkaitkan dengan kejadian akhir-akhir ini,  berdasarkan Putusan Majelis Tarjih bagi kaum perempuan yang sudah aqil baligh hendaknya menutup auratnya kecuali muka dan telapak tangan. 

Di luar itu tentu Muhammadiyah dan NA punya tugas berdakwah, kata Haedar, hendaknya mengajak dan membina dengan hikmah dan mauidhotul hasanah. “Tapi jangan terbawa arus yang justru tidak sesuai dengan Muhammadiyah, di tarjih bahkan keras, di luar dari ayat dan hadist itu yang tidak sesuai berarti sudah melenceng dari hidup Islami. Tetapi jangan masuk pada pandangan di luar yang kita miliki, bahwa kita toleran iya, kita tasamuf iya tetapi kita harus tetap punya prinsip,” jelas Haedar.
 
Haedar pun menyoroti bahwa kader NA perlu memahami peran keummatannya. “Kita ini negeri yang mayoritas muslim yang sedang tumbuh semangat  keIslaman, tetapi semangat keislaman ini jika tidak dibina dengan baik akan tumpah ke segala arah. Boleh jadi yang terlalu kekanan kananan dan kekiri kirian yang disebut extreme dalam beragama. Tugas kita adalah menciptakan suasana kehidupan situasi wasatyatul islam yang punya orientasi kemajuan. Gerakan Islamnya moderat itu moderat berkemajuan. Saling menasehati dan membangun umat mayoritas menjadi maju dan sejahtera. Jangan sampai hilang keseimbangannya, akhlak Islam, aqidah Islam,  namun muamalah juga Islam,” paparnya. 

Dengan peran yang begitu besar tersebut, Haedar yakin Muhammadiyah dan NA punya tempat secara bermartabat dan bermarwah di negara Indonesia tanpa merasa digdaya dan merasa hebat. 

“Saya pikir bangsa ini dibangun dengan pilar persatuan Indonesia dan keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia. Semangatnya, semangat keberbagian, kebersamaan, dan kerjasama untuk terwujudnya negara yang dalam konteks Muhammadiyah menjadi negeri Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghofur,” pungkas Haedar. (Syifa)

Contact Us

Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah

Kantor Yogyakarta

Jalan KHA. Dahlan No 103, Yogyakarta
Kode Pos 55262
  (0274) 411610

Kantor Jakarta

Jalan Menteng Raya No 62, Jakarta
Kode Pos 10340
  (021) 39899789

Find Us