Dahlan Rais : Kader Nasyiah Diharapkan Berdakwah seperti Mata Air  

08 November 2019
Penulis : PP NA


NASYIAH.OR.ID, PALEMBANG – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dahlan Rais mengatakan persoalan gender dan emansipasi bukan hal yang baru atau aneh bagi ‘Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah (NA). Dahlan juga menegaskan bahwa ‘Aisyiyah adalah inisiator kongres perempuan.

Hal tersebut dikatakannya, pada Pembukaan Pra Tanwir II NA di Aula Kantor Pusat Administrasi Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang, Kamis(7/11). 

Dahlan menyinggung tentang salah satu tokoh perempuan NA yang memiliki peran yang luar biasa terhadap kemajuan perempuan. “Yang pertama saya kira baru saja Ibu Baroroh Barried itu sampai puncak karyanya sewaktu beliau dalam usia NA itu kemudian kita tau peran perempuan Muhammadiyah dalam memajukan bangsa dan masyarakat Indonesia. Saya pikir beliau orang pertama perempuan yang belajar ke luar negeri pada tahun 50-an dan beliau Guru besar perempuan pertama di Indonesia dalam usia 39 tahun,” jelas Dahlan.   

Dan lebih-lebih lagi, lanjut Dahlan, Ibu Baroroh Barried memajukan perempuan itu dengan keilmuan. “Beliau mengatakan hidup saya itu untuk mencari ilmu.  Setelah saya cermati, potensi terbesar perempuan  itu disini lewat memperkaya dirinya lewat pengetahuan.  Potensi ini luar biasa. Maka Ibu Baroroh Baried itu membuka jalan yang benar,” lanjutnya.

Menurut Dahlan, Muhammadiyah, ‘Aisyiyah telah mampu mengubah budaya peran masyarakat perempuan di Indonesia.  “Bahwa namanya perempuan tidak saja dan tidam cuma berperan di domestik tapi juga go publik, membuktikan dirinya mampu ditengah masyarakat,” kata dia.  

Dahlan juga mengungkapkan bahwa dengan keilmuan itu jauh lebih bermanfaat dari sekedar memajukan bangsa dengan cara mengikuti kontes ratu kecantikan,  yang notabennya secara keilmuannya belum terbukti karena lebih banyak diekspose tentang kecantikaannya daripada keilmuannya. 

Dahlan juga mengimbau agar para kader Nasyiah dapat menganalisis data-data virtual. “Literasi data-data virtual terutama kalau kita bisa menganalisis data-data tadi.  Kedepan saya kira ada sebuah tantangan, selalu saya lihat di kampus perpustakaannya diperkecil karena tiap harinya sudah dalam bentuk digital,” terangnya. 

Kader Muhammadiyah juga NA dididik untuk kader dakwah sehingga Dahlan berharap kader NA dapat berdakwah seperti mata air yang mengalir terus. (Syifa)

Contact Us

Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah

Kantor Yogyakarta

Jalan KHA. Dahlan No 103, Yogyakarta
Kode Pos 55262
  (0274) 411610

Kantor Jakarta

Jalan Menteng Raya No 62, Jakarta
Kode Pos 10340
  (021) 39899789

Find Us