Parenting dari Rumah Sebagai Sebuah Model

Parenting dari Rumah Sebagai Sebuah Model

Parenting dari Rumah Sebagai Sebuah Model
oleh
Husnul Khotimah Husairi, S.H.I,. S.Psi., M.Sc.*

 


Keluarga merupakan kompenen penting dalam mendukung pendidikan anak atau parenting. Orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak di keluarga. Peran keluarga menjadi sarana, tempat pertama bagi anak-anak untuk mendapatkan perlakuan, pendidikan dan pengasuhan, mengenal dan mempelajari banyak hal dari orang tuanya. Orang tua akan menjadi sarana belajar, bertanya, bahkan bermain bagi anak. Untuk itu orang tua harus memiliki pengetahuan dan skill yang cukup untuk dapat menstimulasi dan merespon sikap anak. Selain kompetensi, kolaborasi orang tua antara ayah dan ibu juga sangat dibutuhkan dalam pengasuhan di rumah. Keduanya akan dapat memberikan kontribusi positif bagi anak khsususnya dalam pembentukan karakter anak.

 

Baik tidaknya anak orang tua menjadi model utama bagi anak. Untuk itu orang tua perlu punya pengetahuan dan skill parenting dasar. Di antaranya adalah; pertama, visioner, yaitu orang tua perlu memiliki visi tentang konsep parenting (pola pengasuhan) yang baik dan sesuai kebutuhan anak dalam keluarga. Apa yang dilakukan orang tua saat ini sedikit banyak akan berpengaruh pada masa depan anak. jika orang tua marah pada anak dengan agresif, maka anak akan memiliki potensi besar dalam melakukan agresifitas di masa mendatang. Hal tersebut dimungkinkan karena anak adalah sosial learner dimana dia belajar dari lingkunganya. Kedua, Kompak, yaitu pasangan suami istri perlu memiliki persepsi yang sama dalam gaya pengasuhan, baik dalam hal tujuan, komunikasi, kurikulum maupun metode dalam intervensi pada anak. 

 

Ketiga, konten, orang tua harus merancang kurikulum dalam pengasuhan anak. Kurikulum yang baik adalah yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak, usia, norma agama dan lingkungan sosialnya. Dalam hal ini peran keluarga sangat penting, karena bermula dari keluargalah anak akan belajar mengenal tentang nilai. Keempat,  metode, ayah dan ibu perlu punya metode yang tepat, how to, bagaimana konten tersebut dapat diterima anak sehingga terjadi perubahan perilaku. Konten materi yang baik, akan lebih menjadi efektif jika disampaikan dengan metode yang tepat. Sebagaimana dikatakan dalam proses pendidikan, “Attoriqotu ahammu minal madhah” (metode itu lebih penting dari materi) Tentu saja hal ini juga berlaku untuk parenting. Ada tiga macam metode yang dapat digunakan orang tua, yaitu Teladan, Pembiasaan dan Diskusi.  Bagi anak usia 0-7 tahun dapat menggunakan metode teladan, pembiasaan dan diskusi. Sementara usia di atas 7 tahun metode diskusi akan lebih terasa lebih efektif. 


Keempat model parenting dasar ini tentunya dilakukan dengan berkolaborasi orang tua, antara ayah, ibu dan orang-orang dewasa berada di rumah. Sehingga keluarga dapat menjalankan peran dan fungsinya dengan optimal. Karena orang tua menjadi model bagi anak-anak maka harus meningkatkan kualitas diri, tidak boleh berhenti belajar. Never ending learning

 

 

*. Husnul Khotimah Husairi, S.H.I,. S.Psi., M.Sc.
Ketua Bidang Pendidikan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah.

 


Gilang, 7 September 2019. Pk 22.40 WIB

Berita terkait: