Ibu Menyusui, Bergembiralah!

03 Agustus 2019
Penulis : PP NA


Ibu Menyusui, Bergembiralah!

Oleh Fauzah binti Abhan *

 

Beberapa hari yang lalu, jagad medsos sempat viral foto seorang perempuan berprofesi sebagai ojek online. Apanya yang istimewa?? Bukannya sekarang zaman emansipasi, di mana-mana perempuan bekerja banyak dijumpai. Di kantoran, eksekutif, setingkat manager, direktur, hingga assisten rumah tangga. Namun perempuan kali ini agaknya istimewa, karena perempuan itu adalah seorang ibu yang masih memiliki anak bayi yang menyusui. Jangankan perempuan yang menjadi penumpangnya dan kemudian mengunggah foto tersebut, saya saja yang hanya membaca postingan tersebut tak kuasa rasanya menahan rasa yang berkecamuk didalam dada, sedih, salut, takjub, kagum, miris, terenyuh semua bercampur jadi satu yang entah apa sebutan yang pas untuk melukiskan perasaan itu.

 

Ada satu hal yang cukup menarik, saya lihat wajah bayi dalam gendongan yang selalu dibawa dalam setiap perjalanan itu berwajah teduh, tenang dan tidak tampak rewel. Ia seakan begitu mengerti situasi dan kondisi yang dihadapi oleh sang ibu. Dan memang begitulah adanya. Sebagaimana disampaikan oleh sang pengunggah pertama, ia melukiskan betapa tegarnya perempuan tersebut menjalani proses kehidupan yang dilaluinya, tak tampak gurat sedih, mengeluh, menyesal, apalagi putus asa, yang tampak justru semangatnya yang menggelora dan meyakini bahwa memang ini salah satu jalan kehidupan yang harus dilalui.

 

Tahukah? Bahwa situasi dan kondisi psikologis seorang ibu yang sedang menyusui senantiasa berpengaruh dan berdampak pada ASInya. Pada saat seorang ibu berada dalam situasi tak tenang, sedih, panik, ketakutan atau kondisi negatif lainnya, keluarnya ASI menjadi tidak lancar, dan mungkin rasanya tidak enak bagi bayi. Efeknya tentu saja si bayi tidak bisa menikmati ASI yang semestinya segar dan enak ia rasakan. Pun sebaliknya jika ibu dalam kondisi psikologi tenang, bahagia, penuh keberterimaan dan rasa syukur yang tinggi, ASI yang keluar akan lancar, segar, nikmat. Dan tentu saja hal tersebut akan berpengaruh pada si bayi.

 

Begitulah, betapa luar biasanya Allah ciptakan mahluk seorang ibu, dalam waktu yang nyaris sama harus menahan kesedihan, menampakkan ketegaran, menyembunyikan luka, memperlihatkan tawa, beragam perasaan yg harus diperankan sekaligus.

 

Karenanya, ibu menyusui; bergembira dan berbahagialah, karena berawal dari psikologis yang teratur senantiasa bahagia, gembira dan berselimut rasa syukurlah akan terbentuk generasi sehat, cerdas, ceria di masa yang akan datang. Diperlukan dukungan dan support yang bagus pula dari lingkungan terdekat, keluarga (terlebih suami), tetangga dan masyarakat yang lebih luas. Hindari memancing percakapan yang akan menimbulkan rasa galau, kesal, kecewa, menyesal dan sebagainya. Sebaliknya jadikan ibu hamil sebagai partner diskusi yang menyenangkan yang membuatnya semakin semangat melangkah dan menjalani masa depan demi diri dan buah hati sebagai penerusnya kelak. Selamat Hari ASI sedunia!

 

* Anggota Departemen Pendidikan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah

Contact Us

Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah

Kantor Yogyakarta

Jalan KHA. Dahlan No 103, Yogyakarta
Kode Pos 55262
  (0274) 411610

Kantor Jakarta

Jalan Menteng Raya No 62, Jakarta
Kode Pos 10340
  (021) 39899789

Find Us