MUSYDA NASYIATUL ‘AISYIYAH TANAH DATAR DAN SOSIALISASI STUNTING

18 Desember 2017
Penulis : PP NA


NASYIAH.OR.ID, Sumatera Barat- Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat, menyelenggarakan Musyawarah Daerah ke-XIII pada Hari Sabtu tanggal 16 Desember 2017 di Komplek Perguruan Muhammadiyah Batusangkar. Tema yang diangkatkan dalam Musyda ini adalah “Penguatan Peran Nasyiah dalam mewujudkan kader yang berkemajuan”. Musyda Nasyiatul ‘Aisyiyah ke-XIII ini dihadiri oleh Elyusra Ulfah, M.Psi.,Psikolog selaku Ketua Umum Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PWNA) Sumatera Barat, Ketua Umum dan Sekretaris Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kab. Tanah Datar Ayahanda Drs. Juliasman Khas dan Razimal, S.H.I, Ketua Umum Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kab. Tanah Datar Ibunda Dra. Hj. Rusyda Rusli, M.Pd, Wakil Ketua PDA Ibunda Dra. Hj. Zulhelmi, Sekretaris Umum PDA Ibunda Dra. Arjohanaira, Ketua Majelis Pembinaan Kader PDA Kakanda Hidayati Fitri, S.Ag., M.Hum, Ibunda Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Tanah Datar, peserta Musyda Nasyiatul ‘Aisyiyah se-Kabupaten Tanah Datar serta immawati PC IMM Tanah Datar.

Musyda ini terselenggara setelah dilakukannya kunjungan (turun ke bawah/Turba) oleh PWNA Sumatera Barat pada akhir September 2017 yang lalu, mengingat PDNA ini sudah cukup lama mengalami kevakuman pimpinan. Elyusra Ulfah mengatakan bahwa PDNA Kab. Tanah Datar merupakan salah satu PDNA yang mengalami kevakuman pimpinan dan belum melaksanakan Musyda disamping PDNA Kota Solok dan PDNA Kab. Pasaman dari 18 PDNA yang ada di Sumatera Barat. Atas kerjasama dan bantuan dari Ibunda PDA kab. Tanah Datar terutama Ketua Majelis Pembinaan Kader PDA Kab. Tanah Datar sehingga Musyda ini dapat terlaksana dengan sukses. Dari 10 PCNA se-Kabupaten Tanah Datar, hadir Sembilan PCNA sebagai peserta penuh Musyda. Diantaranya adalah PCNA Rambatan, PCNA Lintau, PCNA Sungai Tarap, PCNA Lima Kaum, PCNA Sungayang, PCNA Tanjung Bonai/Lintau Buo, PCNA Tanjung Barulak, PCNA Simabur dan PCNA Batusangkar. Sementara PCNA Tanjung Ameh tidak mengirimkan utusan.

Dalam sambutannya, Elyusra Ulfah mengatakan bahwa sudah menjadi tanggungjawab PWNA untuk menggerakkan kembali organisasi perempuan muda Muhammadiyah tingkat daerah. Begitu selanjutnya PDNA bertanggungjawab menggerakkan organisasi tingkat cabang, dan PCNA menggerakkan organisasi tingkat ranting. Dengan demikian gerakan organisasi ini akan terasa hingga ke tingkat bawah. Elyusra Ulfah juga menyampaikan beberapa informasi penting kepada hadirin bahwa Nasyiatul ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan muda Muhammadiyah yang berkemajuan telah mencanangkan pembuatan kartu tanda anggota nasyiatul ‘aisyiyah secara online yang dapat diakses melalui website nasyiatul ‘aisyiyah yaitu nasyiah.or.id. di samping pengadministrasian organisasi melalui aplikasi trello, yang insya Allah akan di-share kepada seluruh PDNA se-Sumatera Barat pada awal tahun 2018 nanti.

Tak lupa disampaikan juga isu strategis Nasyiatul ‘Aisyiyah tentang Keluarga Muda Tangguh Nasyiatul ‘Aisyiyah Bebas Stunting yang telah di-launching pada Tanwir 1 di Banjarmasin awal November 2017 yang lalu. Stunting adalah kekurangan gizi kronis yang berlangsung lama pada 1000 hari pertama kehidupan hingga berusia dua tahun. Kekurangan gizi kronis ini dapat menghambat perkembangan fisik maupun perkembangan otak anak. Stunting dapat disebabkan oleh faktor spesifik seperti asupan gizi yang kurang dan infeksi penyakit menular, serta faktor sensitif seperti pola asuh yang tidak sesuai, sanitasi yang buruk, perkawinan di bawah umur, status ekonomi keluarga, serta akses pelayanan kesehatan. Pencegahan stunting dapat dilakukan pada masa remaja, masa pra-nikah, masa kehamilan, masa menyusui dan masa MP-ASI. Untuk itu, maka Nasyiatul ‘Aisyiyah sebagai organisasi yang ramah terhadap perempuan dan anak berupaya untuk membantu program pemerintah dalam melakukan pencegahan terhadap stunting, salah satunya adalah melakukan sosialisasi stunting terhadap seluruh peserta Musyda yang notabene-nya adalah perempuan. Sosialisasi yang diberikan berupa penjelasan mengenai stunting dan pemutaran video mengenai stunting. Seluruh peserta tampak antusias selama sosialisasi berlangsung.

Elyusra menambahkan bahwa kasus stunting di Sumatera Barat tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya. Hanya dua kabupaten di Sumatera Barat yang kasus stunting-nya cukup tinggi yaitu kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat. Sementara Kabupaten Tanah Datar ini, kasus stunting tidak mengkhawatirkan. Namun walau bagaimanapun, Elyusra mengatakan bahwa tetap saja kita mesti memperhatikan isu ini karena berkaitan dengan anak. Dimana anak merupakan aset bangsa, negara dan persyarikatan. Kondisi anak sekarang akan menentukan kondisi Indonesia ke depan. Anak yang sehat, cukup gizi dan cerdas lebih utama dalam membangun Indonesia yang berkemajuan. Di akhir acara, Elyusra mengajak peserta Musyda untuk mengikuti yel-yel Keluarga Muda Tangguh Nasyiatul ‘Aisyiyah “Sehat, Cerdas, Bebas Stunting”. 

Contact Us

Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah

Kantor Yogyakarta

Jalan KHA. Dahlan No 103, Yogyakarta
Kode Pos 55262
  (0274) 411610

Kantor Jakarta

Jalan Menteng Raya No 62, Jakarta
Kode Pos 10340
  (021) 39899789

Find Us