Alumni Australia Awards Sumbangsih Pemikiran

17 November 2017
Penulis : PP NA


Nasyiah.or.id, Jakarta- Pada hari Kamis 16 Nopember 2017N FISIP UMJ, Himapol UMJ, alumni Australia Awards Indonesia yang direpresentasikan masing-masing dari UMJ, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah dan PKS telah berkolaborasi mengadakan kegiatan bagi para pemimpin muda perempuan dari unsur ketua/pemegang kebijakan strategis di BEM se-Jabodetabek.

Kegiatan workshop anti hoax ini di support penuh oleh bu Kaprodi Ilmu Politik FISIP UMJ, Lusi Andriyani, S.IP, MSi, dan juga dukungan penuh dari ibu dekan Fisip UMJ, ibu Dr Endang Sulastri, MSi. Beliau memberikan banyak motivasi dan menaruh harapan positif kepada para mahasiswi-mahasiswi Fisip UMJ dan kader-kader Nasyiatul Aisyiyah sebagai generasi penerus Aisyiyah. Bahwa pentingnya memanfaatkam teknologi informasi dan komunikasi dengan bijak, cermat dan harus senantiasa dalam kerangka amar ma'ruf dan nahyi munkar. 

Workshop "Say no to Hoax; Gerakan perempuan muda anti-Hoax" ini diawali oleh pemaparan hoax dalam perspektif Islam dan Psikologi oleh ayunda Rosi Siti Rahmawati. Alquran menekankan bahwa kita wajib bersikap tabayyun, dan menimbang setiap informasi dan peristiwa jika menerima berita yang belum jelas dan cenderung menyesatkan. Terlebih jika berita tersebut datang dari orang-otang fasiq dan munafik, sebagaimana telah Allah Swt tegaskan dalam Q.S. Al-Hujurat ayat 6. Ketika menerima sebuah berita yang instant, secara psikologis seseorang akan dengan mudah percaya dan cenderung meng-Iyakan. Hal ini karena : 
1. Pesan hoax seringkali tidak memiliki penulis yang jelas, anonimus. Sehingga orang yang akan men-share kembali tidak akan merasa bersalah dan tidak mesti bertanggung jawab karena berita itu juga di share dari "tetangga/grup sebelah", "hanya meneruskan..",  "share ke 10 orang, kalau tidak rezeki kita akan terputus dsb. Tidak ada perasaan terbebani. 
2. Berita tersebut sesuai dengan opini, sikap dan pendapat kita. Sehingga kita akan dengan sangat mudah percaya dengan tidak  mengecek fakta dan bukti kebenarannya, dalam term psikologi hal ini dikarenakan pesan tersebut  meng-affirmasi keyakinannya.
3. Analisis kerja otak yang pada prinsip nya otak lebih mudah mencerna berita dan informasi yang tidak terlalu rumit dan instant. Sehingga upaya mencari pembenaran pun menurunkan tingkat dopamin dan kesenangan. 
4. Sudah terbentuk kesan,pengetahuan dan nilai yang sudah ter-konstruk sebelumnya bahwa sesuatu hal itu memang salah dan memang sangat benar sehingga menutup mata dari adanya fakta lain. Kondisi demikian biasa disebut dengan bias konfirmasi.


Berikutnya pemaparan materi penting dari ibu Detti Febrina yang menjelaskan bahwa capaian sempurna menuju literasi digital seperti hamparan jalan nan berliku. Sikap kita setiap kali menerima berita haruslah mempertanyakan dan mencari tahu seberapa reliable berita tsb, tidak malas melakukan check and re-check, meng amunisi diri dengan berbagai pengetahun dan informasi, menggali dan mengeksplorasi pengetahuan tersebut dengan upaya" Read Laterally" dan tidak sebatas literasi media biasa. Smart is not about fast and easy. Smart is not an instant stuff. Mencari tahu keakuratan sebuah berita dengan mencari tahu is it Up to date and factual or not adalah langkah yang sangat objektif dan menghindari dapat terhindar dari upaya Hoax.


Selanjutnya pada panel terakhir ibu Debby Affianty Lubis menekankan kembali bahwasanya hoax merupakan fenomena global, memiliki muatan 'misleading information'dan mengandung unsur kesengajaan 'purposefully,' dan 'presented untruth as the ultimate truth'. 
Beliau merefleksikan kembali sebuah keyakinan tentang betapa pentingnya perempuan menjadi agen perubahan, karena Nabi Muhammad SAW, pernah bersabda bahwa dengan mendidik satu perempuan sama halnya dengan mendidik suatu bangsa. Beliau meyakinkan bahwa 'girls and young women' mampu menjadi 'agent of change' yang sangat signifikan dan juga mampu melakukan perubahan dan mengawal peradaban suatu bangsa. 
Selanjutnya pada sesi terakhir semua peserta langsung membuat simulasi statement meng-update akun medsos masing-masing dengan pernyataan 'Say no To Hoax! Dengan sangat kreatif. -RSR

Contact Us

Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah

Kantor Yogyakarta

Jalan KHA. Dahlan No 103, Yogyakarta
Kode Pos 55262
  (0274) 411610

Kantor Jakarta

Jalan Menteng Raya No 62, Jakarta
Kode Pos 10340
  (021) 39899789

Find Us