Kajian Tematik PP NA dengan tema "Stunting dalam Perspektif Islam dan Muhammadiyah"

Kajian Tematik PP NA dengan tema

Nasyiah.or.id, Yogyakarta - Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah mengadakan kajian tematik dengan tema Stunting dalam Perspektif Islam dan Muhammadiyah, Sabtu (21/10) di Hotel Ros In Jl. Lingkar Selatan, Yogyakarta.

Kajian ini menghadirkan pembicara dengan berbagai latar belakang, antaranya adalah Prof. dr. Hamam Hadi, M.S., Sc.D., Sp.G.K (Guru Besar UGM, Rektor Universitas Alma Ata), Dr. Entos Zainal, MPHM (Kepala Sub Direktorat Promosi Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian BAPPENAS), Agil Dhiemitra Aulia Dewi, S.Gz., MPH (Ketua Prodi Gizi Universitas Aisyiyah), dan Wawan Gunawan Abdul Wahid, Lc., M.Ag (Majelis Tarjih PP Muhammadiyah).

Dukungan terhadap pencegahan Stunting disampaikan oleh seluruh pembicara, baik dalam perpektif Islam, muhammadiyah dan kesehatan. Disebutkan dalam kajian tersebut bahwa Stunting adalah permasalahan gizi kronis yang tidak dapat disembuhkan, tapi dapat dicegah bahkan sejak sebelum sel telur dan sperma bertemu. "Stunting itu masalah yang tidak bisa diatasi, hanya bisa dicegah" ujar Prof. Hamam Hadi.

Beberapa cara mencegah Stunting adalah dengan cara memberikan asupan makanan yang bergizi dan sanitasi yang bersih. Oleh karena itu, edukasi tentang asupan makanan yang sehat, termasuk mengedukasi kepada suami hingga mengurangi kebiasan merokok sangat perlu untuk dilakukan.

"Edukasi tentang asupan makanan yang seimbang (sehat), termasuk mengedukasi kepada suami sampai mengurangi kebiasan merokok" ujar Wawan Gunawan Abdul Wahid

Terkait asupan gizi pada bayi melalui ASI, Agil Dhiemitra Aulia Dewi menambahkan bahwa masalah kekurangan produksi ASI bisa terjadi karena faktor psikologis, maka suami harus mendampingi dan mengusahakan kebahagiaan ibu agar produksi ASI tetap lancar. 

"Masalah kekurangan produksi ASI bisa terjadi karena faktor psikologis,  ayah ASI harus mendampingi dan mengusahakan kebahagiaan Ibu. Bisa dengan dibelikan makanan enak, baju baru, mobil baru" kata Agiel menambahkan disambut gelak tawa peserta

Pentingnya pemenuhan gizi bahkan sejak 1000 hari pertama kehidupan turut disampaikan oleh Dr. Entos Zainal, MPHM. "Pemenuhan gizi paling utama dimulai pada 1000 hari pertama kehidupan, maka seperti yang disampaikan Jokowi bahwa gizi adalah investasi bangsa. Beri ASI minimal 8 kali sehari untuk memenuhi kebutuhan bayi" ujar Entos melengkapi sekaligus mengakhiri diskusi.

Berita terkait: