Mencegah Stunting untuk Generasi Penerus Bangsa

08 Agustus 2017
Penulis : PP NA


Nasyiah.or.id, Jakarta –  Masalah gizi buruk seringkali dibicarakan di Indonesia. Namun, istilah stunting sendiri belum cukup dikenal oleh masyarakat luas. Bahkan pemahaman akan stunting secara lebih dalam masih sangat minim khususnya dikalangan ibu-ibu muda.

Hal inilah yang mendorong Nasyiatul Aisyiyah mengadakan program keluarga tanggung Nasyiah bebas stunting. Bekerja sama dengan IMA World Health dibawah MCA USA, Nasyiah menggalakkan kampanye cegah stunting di 102 desa, 7 kecamatan, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Fokus kampanye ini dilakukan dikawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), serta pada daerah-daerah perbatasan yang akses akan informasinya masih sulit termasuk tentang gizi.

Lika Muflihah, salah satu anggota Nasyiatul Aisyiyah yang fokus dalam menanggulangi stunting di Kapuas Hulu mengatakkan “Kita upayakan pengetahuan tentang stunting menyebar. Selama ini isu stanting baru sedikit yang pernah membaca. Jika sudah memahami stunting harapannya ibu-ibu lebih peduli pada asupan anak maupun sanitasi”

Stunting atau masalah kurang gizi kronis dapat terjadi sejak anak dalam kandungan dan nampak pada saat anak berusia 2 tahun. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti ketika hamil sang ibu kurang mengkonsumsi makanan-makanan bergizi atau pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi yang dibutuhkan pada anak dibawah dua tahun. Selain itu, kurangnya sanitasi juga merupakan faktor pendorong timbulnya stunting.

Rendahnya tinggi badan pada anak di Indonesia kerap dianggap sebagai masalah keturunan. Padahal komposisi genetik bukan merupakan determinan primer yang menentukan tinggi badan. Artinya bahwa faktor keturunan bukan merupakan penentu utama apakah seorang anak itu pendek atau tidak. Hal ini menunjukan bahwa masih banyaknya orang tua yang minim pengetahuan akan stunting.

Selain mengakibatkan tubuh anak menjadi pendek, stunting juga berdampak pada perkembangan tubuh anak yang menjadi terhambat, penurunan fungsi kognitif (kecerdasan), penurunan fungsi kekebalan tubuh, dan gangguan siatem pembakaran. Dampak lanjutan yang timbul dari stunting terjadi saat anak beranjak dewasa. Berbagai risiko penyakit degeneratif, seperti diabetes militus, jantung koroner, hipertensi, dan obesitas pun mengancam.

Indonesia sebagai negara yang rentan akan stunting secara perlahan menunjukan penurunan yang cukup signifikan terkait jumlah penderita stunting. Berdasarkan data Pantauan Status Gizi (PSG) tahun 2015 menunjukkan jumlah balita stunting 29,1% (sangat pendek 10,1% dan pendek 18,9%). Sementara, di tahun 2016 jumlah balita stunting turun menjadi 27,5 % (sangat pendek 8,5% dan pendek 19%). Namun, demikian angka penderita stunting di wilayah timur Indonesia termasuk daerah-daerah kawasan 3T masih sangat tinggi.

Untuk mengatasi hal ini, Nasyiatul Aisyiyah dalam kampanyenya mencegah stunting memfokuskan pada lima hal. Pertama, Pemenuhan gizi bagi ibu hamil yang merupakkan langkah awal dalam pemenuhan gizi bagi anak. Kedua, ASI eksklusif sampai umur 6 bulan dan MPASI (Makanan Pendamping ASI). Ketiga, Meningkatkan akses terhadap air bersih dan sanitasi. Keempat, Memperhatikan gizi anak. Dan Kelima, Memeriksakan di Posyandu atau puskesmas.

“Stunting dan ASI memiliki keterkaitan. Mencegah stunting adalah dengan memberikan ASI pada anak. Memberikan ASI sama dengan memperbaiki generasi bangsa.” Jelas Diyah puspitarini, Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah.

Salah satu yang cukup ditekankan dalam kampanye pencegahan stunting oleh Nasyiyah ialah pemberian ASI Eksklusif. Nasyiah yang sebagian besar beranggotakan ibu-ibu muda dan mengalami masa reproduksi tinggi berupaya memberikan pemahaman terkait pentingnya pemberian ASI untuk mencegah stunting. Dimana hal ini tidak hanya akan bermanfaat bagi perempuan-perempuan muda tetapi juga bermanfaat bagi perkembangan generasi penerus bangsa. (Nadhira)

Contact Us

Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah

Kantor Yogyakarta

Jalan KHA. Dahlan No 103, Yogyakarta
Kode Pos 55262
  (0274) 411610

Kantor Jakarta

Jalan Menteng Raya No 62, Jakarta
Kode Pos 10340
  (021) 39899789

Find Us