Nasyiatul Aisyiyah, Pencerah Bagi Persoalan Perempuan Muda

Nasyiatul Aisyiyah, Pencerah Bagi Persoalan Perempuan Muda

NASYIAH.OR.ID, SEMARANG – Selalu bergembira dalam ber-Nasyiah, itulah yang selalu dirasakan oleh kader-kader Nasyiatul Aisyiyah (NA). Sesuai dengan pesan KH. Ahmad Dahlan “agar urusan dapur jangan jadi penghalang untuk menjalankan tugas dalam menghadapi masyarakat”, menjadikan NA sebagai gerakan yang menggembirakan bagi kaum perempuan muda dengan banyak melakukan gerakan ihsan dan kreatif bagi masyarakat.

“Yang selalu bergembira dalam ber-Nasyiah, yang harus mengatakan ya tanpa bisa memilih karena yakin Allah pasti akan selalu menuntun setiap gerak dan langkah yang ditempuh. Semoga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah SWT,” ungkap Hafizhotu Diyanah, Ketua Departemen Organisasi , Pimpinan Pusat Nasyiah (PPNA) dalam Pelantikan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah di Universitas Muhammadiyah Semarang (28/1).

Dalam pandangan Islam berkemajuan, Hafidz menjelaskan bahwa Muhammadiyah memandang dan meyakini bahwa Islam merupakan agama yang mengandung nilai-nilai kemajuan untuk mewujudkan kehidupan umat manusia yang tercerahkan.  

“Sebagai kader persyarikatan, Nasyiatul Aisyiyah menempati fungsi ruang dakwah di kalangan perempuan muda Muhammadiyah. Nasyiatul Aisyiyah memiliki peran strategis dalam memberikan pengaruh pemikiran Islam yang maju, pencerah bagi persoalan kaum perempuan muda,” jelasnya.

Nasyiatul Aisyiyah mendorong perempuan muda di Indonesia menjadi perintis, pelopor, ahli-ahli pikir, pencipta serta ahli organisasi. Mereka ada bukan hanya dilahirkan untuk menjadi pemimpin, tetapi juga muncul sebagai hasil dari suatu proses pembelajaran.

Selain itu, Hafidz mengingatkan, Nasyiatul Aisyiyah berada di bawah payung besar Muhammadiyah yang seluruh kadernya merupakan kader terdidik dan terpelajar dengan berbagai keahliannya. “Sebagai seorang kader yang memiliki tingkat intelektualias tinggi, Nasyiatul Aisyiyah menjadi garda depan dalam merespon berbagai permasalahan umat dan bangsa terutama yang berkenaan dengan permasalahan agama dan sosial terutama perempuan dan anak,” ungkap Hafidz.

PWNA Jawa Tengah merupakan pimpinan wilayah dengan jumlah ranting terbanyak dari seluruh Pimpinan Wilayah di Indonesia. Potensi ini menjadi kekuatan besar untuk menggerakkan akar rumput Nasyiatul Aisyiyah.

“Kami mengajak segenap rekan Pimpinan Nasyiatul Aisyiyah utuk melakukan upaya penguasaan soft skill danhard skill kader di bidang masing-masing, massifikasi publikasi dalam bentuk bilingual, dan menggiatkan advokasi berbasis nilai profetik,” pesan Hafidz dalam sambutannya.

“Selamat melaksanakan tugas sebagai Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah periode 2016 – 2020. Mari bersama meghidup-hidupi Nasyiah, menjadikan Nasyiah ladang hidup, tumbuh subur, penebar kebaikan dan kemanfaatan,” tutupnya.  (mona/muhammadiyah.or.id)

Berita terkait: